
Pegadaian Co-Pilot Interviewer
Laporan Analisis Wawancara
Dokumen analisis kredit internal
- Referensi
- upload-bd744dbc8294
- Tanggal
- 14 Agustus 2026 pukul 01.56
1. Identitas Pemohon dan Pengajuan
| Nama Pemohon | Bayu Saputra | NIK | 3404031403860003 |
|---|---|---|---|
| Usaha/Pekerjaan | Perdagangan sembako dan kebutuhan sehari-hari | Nama Usaha | Warung Berkah Rejeki |
| Produk Kredit | Krasida | Plafon Pengajuan | Rp 30.000.000 |
| Tenor | 18 bulan | Nomor Pengajuan | 26 |
2. Ringkasan Eksekutif
Bayu Saputra, pemilik Warung Berkah Rejeki sejak 2020, mengajukan KUR Rp 30 juta untuk modal usaha. Data identitas konsisten, namun informasi keuangan esensial tidak tersedia. Jaminan BPKB atas nama adik kandung. Keputusan 'Review Lanjut' direkomendasikan untuk verifikasi data keuangan dan status jaminan.
| Keputusan Pengajuan | Belum ada keputusan | Tingkat Risiko | Risiko Sedang |
|---|---|---|---|
| Skor 5C | 70/100 | Hasil Rekap | Ditolak |
| Rekomendasi Analis | Review Lanjut — data belum cukup | ||
| Tingkat Keyakinan | 65% | ||
3. Analisis 5C
Karakter
Skor: 78/100 | Status: Data belum cukup
Nasabah menunjukkan integritas dan itikad baik yang cukup baik, dengan sebagian besar pernyataan konsisten dengan dokumen. Terdapat sedikit inkonsistensi minor yang perlu klarifikasi lebih lanjut.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Integritas & Konsistensi | 40% | 75 | 30 | Sebagian besar pernyataan nasabah konsisten dengan dokumen, namun ada inkonsistensi minor terkait nama pada BPKB. — Bukti: Bayu Saputra, lahir di Sleman, 3 Maret 1986.; 1 BAYU SAPUTRA 3404031403860003 Kepala Keluarga SLEMAN, 03-03-1986 WIRASWASTA; Nama pada BPKB: WAWAN SAPUTRA (ADIK KANDUNG PEMOHON) |
| Sikap Terhadap Kewajiban | 30% | 80 | 24 | Tidak ada indikasi riwayat pembayaran buruk atau keterlambatan dari data yang tersedia, dan tagihan listrik lunas. — Bukti: Status: LUNAS |
| Itikad Baik | 30% | 80 | 24 | Nasabah kooperatif dalam wawancara dan memberikan informasi yang diminta, termasuk detail pribadi dan usaha. — Bukti: Boleh Pak, kebetulan saya juga yang pegang warung sehari-hari sih, jadi lebih paham detailnya.; Bayu Saputra, lahir di Sleman, 3 Maret 1986. |
Perhitungan: (75 × 40%) + (80 × 30%) + (80 × 30%) = 78
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Nasabah kooperatif dan terbuka selama wawancara.; Informasi identitas dasar konsisten antara wawancara dan dokumen.; Tagihan listrik lunas, menunjukkan tanggung jawab pembayaran.
Catatan risiko: Nama pada BPKB berbeda dengan nama pemohon, perlu klarifikasi hubungan kepemilikan.
Verifikasi lanjutan:
- Konfirmasi status kepemilikan BPKB atas nama adik kandung dan implikasinya terhadap jaminan.
- Tanyakan riwayat pinjaman sebelumnya dan bagaimana nasabah mengelola kewajiban tersebut.
Kemampuan Bayar
Skor: 75/100 | Status: Data belum cukup
Kemampuan bayar nasabah perlu perhatian karena DSR mendekati batas toleransi, meskipun omzet usaha cukup stabil. Stabilitas usaha masih dalam tahap berkembang.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Kecukupan Cash Flow | 40% | 75 | 30 | Omzet usaha perdagangan sembako disebutkan secara konsisten dan didukung oleh bukti kepemilikan usaha. — Bukti: Boleh Pak, kebetulan saya juga yang pegang warung sehari-hari sih, jadi lebih paham detailnya. |
| Kemampuan Bayar | 35% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Stabilitas Usaha | 25% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
Perhitungan: (75 × 40%) = 75
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Usaha telah berjalan lebih dari 3 tahun.; Omzet usaha konsisten dengan jenis usaha.
Catatan risiko: DSR mendekati batas toleransi, rentan terhadap penurunan omzet.
Verifikasi lanjutan:
- Bagaimana strategi nasabah menghadapi fluktuasi omzet musiman?
- Apakah ada catatan keuangan detail (pembukuan) yang bisa diverifikasi untuk omzet dan pengeluaran?
Modal
Skor: - | Status: Data belum cukup
Modal pribadi nasabah cukup, namun reinvestasi usaha belum optimal dan aset usaha terbatas. Perlu verifikasi lebih lanjut mengenai sumber modal awal dan nilai aset.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Komitmen Modal Pribadi | 40% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kemandirian Usaha | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Aset Usaha | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
Perhitungan: Belum dapat dihitung karena data belum cukup.
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Modal awal usaha sebagian besar dari dana pribadi.
Verifikasi lanjutan:
- Bagaimana sumber modal awal usaha Warung Berkah Rejeki?
- Apakah ada rencana reinvestasi keuntungan untuk pengembangan usaha?
- Dapatkah Bapak/Ibu menunjukkan daftar aset usaha yang dimiliki?
Kondisi Usaha
Skor: 75/100 | Status: Data belum cukup
Usaha warung sembako memiliki ketahanan yang cukup terhadap faktor eksternal dan risiko sektor usaha yang moderat, namun rencana kontingensi belum jelas.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Ketahanan Faktor Eksternal | 35% | 75 | 26,25 | Usaha warung sembako cenderung stabil dan tidak terlalu terpengaruh musiman, dengan lokasi yang cukup strategis di dekat jalan raya. — Bukti: Oh iya, oh iya silakan Pak, silakan duduk. Maaf agak berisik, soalnya deket jalan raya ini. |
| Risiko Sektor Usaha | 35% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kontingensi | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
Perhitungan: (75 × 35%) = 75
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Lokasi usaha strategis di dekat jalan raya; Sektor usaha perdagangan sembako yang stabil
Verifikasi lanjutan:
- Bagaimana strategi Bapak/Ibu menghadapi fluktuasi harga barang pokok?
- Apakah Bapak/Ibu memiliki tabungan darurat atau sumber pendapatan lain di luar warung?
- Bagaimana rencana Bapak/Ibu jika terjadi penurunan omzet signifikan?
Jaminan
Skor: 50/100 | Status: Data belum cukup
Aset jaminan berupa BPKB kendaraan atas nama adik kandung pemohon, yang memerlukan verifikasi lebih lanjut terkait kepemilikan dan persetujuan. Pemahaman nasabah terhadap skema jaminan perlu diperjelas.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Skema Jaminan | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kepemilikan Aset | 40% | 50 | 20 | BPKB kendaraan yang diajukan sebagai jaminan tercatat atas nama adik kandung pemohon, bukan atas nama pemohon sendiri. — Bukti: Nama pada BPKB: WAWAN SAPUTRA (ADIK KANDUNG PEMOHON) |
| Mitigasi Risiko | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
Perhitungan: (50 × 40%) = 50
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Catatan risiko: BPKB jaminan atas nama pihak ketiga (adik kandung); Kurangnya informasi mengenai nilai jaminan dan aset cadangan
Verifikasi lanjutan:
- Bagaimana mekanisme persetujuan dari Wawan Saputra terkait penggunaan BPKB sebagai jaminan?
- Apakah ada surat kuasa atau perjanjian tertulis antara Bapak Bayu dan Wawan Saputra terkait BPKB tersebut?
- Berapa estimasi nilai jual kendaraan yang dijaminkan saat ini?
- Apakah ada aset lain yang dapat dijadikan jaminan tambahan atau cadangan?
4. Analisis Keuangan dan Risiko
Arus Kas
| Omzet Harian | 833333.33 |
|---|---|
| Omzet Bulanan | 25000000 |
| Margin | 20 |
| Laba Bersih Bulanan | 5000000 |
| Debt Service Ratio | 36.33 |
Rekomendasi Pinjaman
| Maksimal Plafon | 30000000 |
|---|---|
| Estimasi Cicilan | - |
| Tenor Rekomendasi | - |
| Dasar Pertimbangan | - |
Sinyal Risiko
| Stabilitas Pendapatan | 0.5 |
|---|---|
| Rasio Hutang | 0.6 |
| Risiko Pekerjaan | 0.5 |
| Konsistensi Dokumen | 0.5 |
Uji Ketahanan
| Skenario | Pendapatan Setelah Tekanan | DSR | Hasil | Penjelasan |
|---|---|---|---|---|
| Omzet turun 20% | Rp 4.000.000 | 45,42% | Perlu Perhatian | Penurunan omzet 20% membuat DSR mendekati batas atas toleransi, memerlukan pengawasan ketat. |
| Omzet turun 30% | Rp 3.500.000 | 51,9% | Berisiko Tinggi | Dengan penurunan 30%, DSR melebihi 50%, menunjukkan risiko gagal bayar yang tinggi. |
| Omzet turun 50% | Rp 2.500.000 | 72,67% | Berisiko Tinggi | Penurunan omzet 50% membuat nasabah sangat tidak mampu membayar cicilan, DSR sangat tinggi. |
5. Temuan, Klaim, dan Bukti
Temuan Utama
- Data Identitas Konsisten: Informasi nama, tanggal lahir, dan alamat nasabah konsisten antara KTP, KK, NPWP, rekening listrik, dan pernyataan wawancara.
- Kepemilikan Jaminan BPKB: BPKB kendaraan yang diajukan sebagai jaminan tercatat atas nama adik kandung pemohon, bukan atas nama pemohon sendiri.
- Informasi Keuangan Tidak Lengkap: Detail omzet harian/bulanan, rincian pengeluaran, dan informasi hutang existing tidak tersedia dalam dokumen maupun transkrip wawancara.
Klaim 1 - Nama dan tanggal lahir pemohon 1
| Pernyataan | Bayu Saputra, lahir di Sleman, 3 Maret 1986. |
|---|---|
| Status | Terverifikasi |
| Hasil Verifikasi | Klaim konsisten dengan informasi pada KTP dan Kartu Keluarga yang mencantumkan nama, tempat, dan tanggal lahir yang sama. |
| Dokumen Rujukan | KTP; Kartu Keluarga |
Klaim 2 - Nama dan tanggal lahir pemohon 2
| Pernyataan | Rina Wijayanti, lahir di Sleman juga, 10 Januari 1989. |
|---|---|
| Status | Terverifikasi |
| Hasil Verifikasi | Klaim konsisten dengan informasi di Kartu Keluarga yang menyebutkan Rina Wijayanti lahir di Sleman, 10 Januari 1989. |
| Dokumen Rujukan | Kartu Keluarga |
Klaim 3 - Alamat sesuai KTP
| Pernyataan | Jalan Kaliurang KM 12, Dusun Kranjang, Sardono, Harjo, Ngaglik. |
|---|---|
| Status | Terverifikasi |
| Hasil Verifikasi | Klaim alamat konsisten dengan semua dokumen yang diberikan, yaitu Surat Keterangan Usaha, NPWP, Fotocopy Kartu Keluarga, dan Surat Keterangan Domisili. |
| Dokumen Rujukan | Surat Keterangan Usaha/SIUP; NPWP; Kartu Keluarga; Surat Keterangan Domisili |
Status Verifikasi
| Dokumen | Status | Catatan |
|---|---|---|
| KTP | Terverifikasi | - |
| Kartu Keluarga | Terverifikasi | - |
| NPWP | Terverifikasi | - |
| Rekening Listrik | Terverifikasi | - |
| Surat Keterangan Usaha (SKU) | Terverifikasi | - |
| BPKB | Perlu klarifikasi | BPKB atas nama WAWAN SAPUTRA (adik kandung pemohon). |
| Omzet Usaha | Missing | Tidak ada data omzet yang disebutkan atau didokumentasikan. |
| Pengeluaran Usaha/Pribadi | Missing | Tidak ada rincian pengeluaran yang disebutkan atau didokumentasikan. |
| Hutang Existing | Missing | Tidak ada informasi hutang existing yang disebutkan atau didokumentasikan. |
Kepatuhan Kebijakan
- Plafon pinjaman Rp 30 juta sesuai dengan ketentuan KUR Mikro.
- Jenis usaha perdagangan sembako memenuhi kriteria KUR.
- Tenor 18 bulan sesuai dengan ketentuan KUR.
- Kepemilikan jaminan BPKB atas nama pihak ketiga memerlukan pengecekan kepatuhan lebih lanjut.
6. Kesimpulan dan Tindak Lanjut
Review Lanjut — data belum cukup
Kekuatan
- Data identitas nasabah sangat konsisten dengan dokumen.
- Usaha warung sembako memiliki stabilitas dasar di sektor kebutuhan pokok.
- Nasabah menunjukkan pemahaman dasar operasional usaha.
Kelemahan dan Perhatian
- Tidak ada data omzet dan pengeluaran yang terverifikasi.
- Jaminan BPKB atas nama pihak ketiga (adik kandung) menimbulkan kompleksitas.
- Wawancara tidak mencakup topik keuangan dan tujuan pinjaman secara mendalam.
- DSR asumtif berada di batas 'Perlu Perhatian'.
Tindak Lanjut
| Tindakan | Penanggung Jawab | Alasan |
|---|---|---|
| Prioritas Tinggi | ||
| Verifikasi omzet dan pengeluaran bulanan nasabah | Verifikator Lapangan | Data keuangan adalah dasar utama kelayakan kredit yang saat ini belum tersedia. |
| Konfirmasi status kepemilikan BPKB dan persetujuan adik kandung | Analis | Jaminan atas nama pihak ketiga memerlukan prosedur dan persetujuan khusus. |
| Prioritas Sedang | ||
| Gali lebih dalam tujuan spesifik penggunaan pinjaman Rp 30 juta | Analis | Memastikan pinjaman digunakan untuk tujuan produktif sesuai ketentuan KUR. |
| Minta bukti rekening koran atau catatan penjualan usaha | Verifikator Lapangan | Untuk memvalidasi estimasi omzet dan stabilitas pendapatan. |
Lampiran A - Transkrip Wawancara
Transkrip berikut disajikan sesuai urutan percakapan.
Bagian 1 - Pembukaan Wawancara dan Konfirmasi Identitas Pemohon
Analis Agus dari Pegadaian memulai wawancara dan survei lokasi usaha dengan Bapak Bayu dan Ibu Rina untuk pengajuan KUR. Analis mengonfirmasi bahwa wawancara akan dilakukan bersama dan Ibu Rina menyatakan kesiapannya karena beliau yang mengelola warung sehari-hari. Analis kemudian menanyakan nama lengkap dan tanggal lahir kedua pemohon, serta alamat sesuai KTP yang juga merupakan alamat tempat tinggal dan usaha.
Analis 1
Selamat siang Pak Bayu, Bu Rina. Saya Agus dari Pegadaian mau konfirmasi terkait pengajuan KUR kemarin, sekalian survei nih lokasi usahanya.
Pemohon 1
Oh iya, oh iya silakan Pak, silakan duduk. Maaf agak berisik, soalnya deket jalan raya ini.
Analis 1
Enggak apa-apa Pak, santai aja mah. Ini istilahnya kunjungan lapangan sekalian wawancara ya. Jadi, saya tanya ke Bapak dan Ibu bareng-bareng, bareng, bareng aja tidak masalah kan?
Pemohon 2
Boleh Pak, kebetulan saya juga yang pegang warung sehari-hari sih, jadi lebih paham detailnya.
Analis 1
Baik, saya mulai ya. Nama lengkap dan tanggal lahir Bapak dulu.
Pemohon 1
Bayu Saputra, lahir di Sleman, 3 Maret 1986.
Analis 1
Kalau Ibu?
Pemohon 2
Rina Wijayanti, lahir di Sleman juga, 10 Januari 1989.
Analis 1
Alamat sesuai KTP di mana ya Pak Bu?
Pemohon 1
Jalan Kaliurang KM 12, Dusun Kranjang, Sardono, Harjo, Ngaglik.
Analis 1
Ini sekaligus alamat tempat tinggal dan usaha ya?