
Pegadaian Co-Pilot Interviewer
Laporan Analisis Wawancara
Dokumen analisis kredit internal
- Referensi
- 891206a1-b280-40fd-9c07-8808a53abf4f
- Tanggal
- 12 Agustus 2026 pukul 14.15
1. Identitas Pemohon dan Pengajuan
| Nama Pemohon | Nur Aisyah | NIK | 80840389303 |
|---|---|---|---|
| Usaha/Pekerjaan | Dapur Bu Nur | Nama Usaha | Kupedes Pegadaian |
| Produk Kredit | KUR | Plafon Pengajuan | Rp 25.000.000 |
| Tenor | 18 bulan | Nomor Pengajuan | 1 |
2. Ringkasan Eksekutif
Nur Aisyah, pemilik Dapur Bu Nur (8 bulan), mengajukan KUR Rp 25 juta untuk pengembangan usaha. Analisis menunjukkan risiko tinggi karena data keuangan tidak lengkap, dokumen identitas tidak utuh, dan DSR sangat tinggi. Rekomendasi adalah 'Review Lanjut' untuk melengkapi data dan verifikasi lebih lanjut sebelum keputusan kredit.
| Keputusan Pengajuan | Belum ada keputusan | Tingkat Risiko | Risiko Tinggi |
|---|---|---|---|
| Skor 5C | 37/100 | Hasil Rekap | Perlu Ditinjau |
| Rekomendasi Analis | Tinjau Lanjut | ||
| Tingkat Keyakinan | 60% | ||
3. Analisis 5C
Karakter
Skor: 50/100 | Status: Perlu Perhatian
Nasabah cukup kooperatif namun terdapat inkonsistensi minor dan ketidakmampuan memberikan detail pada beberapa pertanyaan kunci, terutama terkait kewajiban.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Integritas & Konsistensi | - | 60 | - | Pernyataan omzet bulanan adalah perkiraan berdasarkan ingatan, tidak konsisten dengan catatan 7 hari yang lebih rendah. |
| Sikap Terhadap Kewajiban | - | 40 | - | Nasabah mengakui kemungkinan ada cicilan belanja keluarga namun tidak dapat memberikan rincian atau angsuran bulanan. |
| Itikad Baik | - | 50 | - | Nasabah kooperatif namun menghindari topik sensitif seperti pengeluaran pasti dan rincian hutang, menyatakan 'belum bisa nyebut angka pastinya'. |
Perhitungan: Belum dapat dihitung karena data belum cukup.
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Bersedia melengkapi dokumen yang kurang
Catatan risiko: Tidak dapat merinci kewajiban cicilan yang ada; Pencatatan keuangan tidak terpisah antara pribadi dan usaha
Verifikasi lanjutan:
- Minta rincian lengkap semua kewajiban cicilan keluarga.
- Minta nasabah memisahkan catatan keuangan usaha dan pribadi.
Kemampuan Bayar
Skor: 30/100 | Status: Risiko Tinggi
Kapasitas pembayaran sangat diragukan karena data cash flow tidak jelas, DSR sangat tinggi, dan usaha masih sangat baru.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Kecukupan Cash Flow | - | 30 | - | Omzet bulanan hanya perkiraan dan tidak didukung catatan lengkap, serta biaya operasional bercampur dengan belanja rumah. |
| Kemampuan Bayar | - | 20 | - | DSR sangat tinggi (67.94%) menunjukkan kemampuan bayar yang sangat berisiko, bahkan tanpa memperhitungkan cicilan keluarga yang belum dirinci. |
| Stabilitas Usaha | - | 40 | - | Usaha baru berjalan sekitar delapan bulan, menunjukkan belum adanya stabilitas pendapatan yang teruji. |
Perhitungan: Belum dapat dihitung karena data belum cukup.
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Catatan risiko: DSR > 50%; Usaha < 1 tahun; Pencatatan keuangan tidak rapi
Verifikasi lanjutan:
- Minta catatan transaksi dan pengeluaran minimal 3-6 bulan terakhir.
- Minta proyeksi cash flow yang lebih detail.
Modal
Skor: 45/100 | Status: Risiko Tinggi
Informasi mengenai modal pribadi dan aset usaha sangat terbatas, menunjukkan potensi ketergantungan pada pinjaman untuk operasional.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Komitmen Modal Pribadi | - | 50 | - | Tidak ada informasi spesifik mengenai modal awal usaha, sehingga sulit menilai komitmen modal pribadi. |
| Kemandirian Usaha | - | 40 | - | Tidak ada bukti reinvestasi atau penambahan modal rutin, dan usaha masih sangat baru sehingga kemandirian belum teruji. |
| Aset Usaha | - | 45 | - | Aset usaha yang akan dibeli dengan pinjaman belum ada, dan tidak ada informasi aset lain yang dimiliki usaha. |
Perhitungan: Belum dapat dihitung karena data belum cukup.
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Catatan risiko: Tidak ada informasi modal awal; Tidak ada bukti reinvestasi
Verifikasi lanjutan:
- Gali informasi mengenai sumber modal awal usaha.
- Tanyakan rencana reinvestasi keuntungan usaha.
Kondisi Usaha
Skor: 55/100 | Status: Perlu Perhatian
Usaha Dapur Bu Nur memiliki potensi pasar namun ketahanan terhadap faktor eksternal dan rencana kontingensi belum jelas.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Ketahanan Faktor Eksternal | - | 55 | - | Usaha katering/pesanan makanan cenderung terpengaruh fluktuasi permintaan, dan belum ada strategi mitigasi yang disebutkan. |
| Risiko Sektor Usaha | - | 60 | - | Sektor makanan memiliki kompetisi yang cukup tinggi, memerlukan diferensiasi untuk bertahan dan berkembang. |
| Kontingensi | - | 50 | - | Tidak ada informasi mengenai rencana cadangan atau tabungan darurat jika terjadi penurunan omzet. |
Perhitungan: Belum dapat dihitung karena data belum cukup.
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Tujuan pinjaman untuk meningkatkan kapasitas produksi
Catatan risiko: Belum ada strategi mitigasi fluktuasi omzet
Verifikasi lanjutan:
- Tanyakan strategi nasabah menghadapi persaingan dan fluktuasi permintaan.
- Gali informasi mengenai rencana darurat atau tabungan.
Jaminan
Skor: 30/100 | Status: Risiko Tinggi
Aspek jaminan sangat lemah karena nasabah tidak memiliki bukti kepemilikan agunan yang jelas dan tidak yakin barang yang diajukan dapat diterima.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Skema Jaminan | - | 40 | - | Nasabah tidak yakin apakah perabotan rumah dapat dijadikan agunan dan tidak memiliki kuitansi kepemilikan. |
| Kepemilikan Aset | - | 20 | - | Tidak ada bukti kepemilikan (kuitansi) untuk perabotan rumah yang diusulkan sebagai agunan. |
| Mitigasi Risiko | - | 40 | - | Tidak ada informasi mengenai aset cadangan selain perabotan rumah yang diusulkan, dan nilai agunan belum dapat dipastikan. |
Perhitungan: Belum dapat dihitung karena data belum cukup.
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Catatan risiko: Tidak ada bukti kepemilikan agunan; Agunan yang diusulkan tidak standar atau tidak jelas kelayakannya
Verifikasi lanjutan:
- Edukasi nasabah mengenai jenis agunan yang diterima Pegadaian dan persyaratannya.
- Minta nasabah mencari agunan lain yang memenuhi syarat dan memiliki bukti kepemilikan.
4. Analisis Keuangan dan Risiko
Arus Kas
| Omzet Harian | 371428.57 |
|---|---|
| Omzet Bulanan | 11142857.1 |
| Margin | 20 |
| Laba Bersih Bulanan | 2228571.42 |
| Debt Service Ratio | 67.94 |
Rekomendasi Pinjaman
| Maksimal Plafon | 0 |
|---|---|
| Estimasi Cicilan | - |
| Tenor Rekomendasi | - |
| Dasar Pertimbangan | - |
Sinyal Risiko
| Stabilitas Pendapatan | 0.8 |
|---|---|
| Rasio Hutang | 0.9 |
| Risiko Pekerjaan | 0.7 |
| Konsistensi Dokumen | 0.8 |
Uji Ketahanan
| Skenario | Pendapatan Setelah Tekanan | DSR | Hasil | Penjelasan |
|---|---|---|---|---|
| Omzet turun 20% | Rp 178.285.714 | 85,03% | Berisiko Tinggi | Penurunan omzet 20% membuat pendapatan bersih tidak cukup menutupi angsuran dan pengeluaran dasar. |
| Omzet turun 30% | Rp 1.560.000 | 97,05% | Berisiko Tinggi | Penurunan omzet 30% menyebabkan pendapatan bersih sangat minim, hampir tidak mampu membayar angsuran. |
| Omzet turun 50% | Rp 111.428.571 | 135,87% | Berisiko Tinggi | Penurunan omzet 50% membuat nasabah tidak mampu membayar angsuran sama sekali, bahkan tanpa memperhitungkan pengeluaran lain. |
5. Temuan, Klaim, dan Bukti
Temuan Utama
- Data Keuangan Tidak Lengkap: Nasabah tidak dapat memberikan rincian pasti omzet bulanan, biaya operasional, pengeluaran rumah tangga, maupun kewajiban cicilan yang sedang berjalan.
- Dokumen Identitas Tidak Utuh: Foto KTP yang diberikan tidak menampilkan nomor identitas secara lengkap, menghambat verifikasi identitas.
- Agunan Tidak Jelas: Nasabah berencana menggunakan perabotan rumah sebagai agunan namun tidak memiliki kuitansi dan tidak yakin apakah barang tersebut dapat dijadikan agunan.
- Tujuan Pinjaman Jelas: Tujuan pinjaman untuk pembelian oven, mixer, rak, loyang, dan kemasan sangat spesifik dan mendukung pengembangan usaha.
- DSR Sangat Tinggi: Dengan estimasi pendapatan bersih dan angsuran pinjaman yang diajukan, rasio DSR mencapai 67.94%, jauh di atas batas aman.
Klaim 1 - Nama dan lokasi usaha
| Pernyataan | Namanya udah betul. Usahanya tuh dari rumah. |
|---|---|
| Status | Perlu cek |
| Hasil Verifikasi | Nama 'Nur Aisyah' ada di KTP (01-foto-ktp-tidak-utuh.jpg hal 1). Klaim 'usaha dari rumah' tidak secara eksplisit didukung, namun 'Dapur Bu Nur' (03-catatan-usaha-buram.png hal 1) dan 'MENGURUS RUMAH T |
| Dokumen Rujukan | Surat Keterangan Usaha/SIUP; 2_Fotocopy_KTP_Pasangan.pdf; KTP; 4_Fotocopy_Kartu_Keluarga.pdf |
Klaim 2 - Lama usaha berjalan
| Pernyataan | Sekitar delapan bulan. Mulainya pelan-pelan dari pesanan tetangga, jadi tanggal tepatnya saya nggak ingat. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Tidak ada bukti dokumen yang mendukung klaim pemohon mengenai durasi usaha atau tanggal mulai usaha. Dokumen yang tersedia hanya menunjukkan transaksi 7 hari dan catatan usaha tanpa detail waktu. |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Klaim 3 - Jumlah pembiayaan yang diajukan
| Pernyataan | Ee, ajungannya dua lima juta selama delapan belas bulan. |
|---|---|
| Status | Perlu cek |
| Hasil Verifikasi | Klaim plafon pinjaman Rp 25 juta tidak konsisten dengan dokumen yang menyatakan plafon Rp 30 juta. Tenor 18 bulan konsisten. (bayu-saputra-dan-rina-wijayanti-laporan-wawancara-3.pdf hal 6) |
| Dokumen Rujukan | bayu-saputra-dan-rina-wijayanti-laporan-wawancara-3.pdf |
Klaim 4 - Tujuan penggunaan pembiayaan
| Pernyataan | Untuk oven, mixer, rak, loyang sama kemasan. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon mengenai pembelian oven, mixer, rak, loyang, dan kemasan tidak didukung oleh bukti dokumen yang tersedia. Dokumen yang ada hanya berisi catatan usaha, transaksi, dan KTP. |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Klaim 5 - Daftar harga barang yang akan dibeli
| Pernyataan | Daftar harganya udah saya bawa sih. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Tidak ada bukti dokumen yang mendukung klaim pemohon tentang membawa daftar harga. Dokumen yang ada membahas catatan usaha, wawancara, dan transaksi. |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Klaim 6 - Omzet rata-rata per bulan
| Pernyataan | Sekitar delapan sampai empat belas juta, tapi kadang rame sama kadang sepi. |
|---|---|
| Status | Perlu cek |
| Hasil Verifikasi | Klaim pendapatan "delapan sampai empat belas juta" tidak dapat diverifikasi secara langsung. Dokumen [0] dan [2] adalah data sintetis untuk evaluasi, bukan bukti pendapatan formal. Klaim "kadang rame |
| Dokumen Rujukan | Surat Keterangan Usaha/SIUP |
Klaim 7 - Pencatatan omzet
| Pernyataan | Saya baru catat tujuh hari, jadi angka bulanan itu menurut perkiraan dari pesanan yang saya ingat sih. |
|---|---|
| Status | Terverifikasi |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon konsisten dengan bukti dokumen yang menunjukkan data transaksi hanya untuk 7 hari dan rekap bulanan belum tersedia. Pemohon juga menyatakan memegang warung sehari-hari. |
| Dokumen Rujukan | Surat Keterangan Usaha/SIUP; bayu-saputra-dan-rina-wijayanti-laporan-wawancara-3.pdf |
Klaim 8 - Pengajuan agunan
| Pernyataan | Nah, saya pikirannya pakai beberapa perabotan rumah. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Tidak ada bukti dalam dokumen yang mendukung klaim pemohon mengenai penggunaan perabotan rumah. Dokumen yang tersedia berkaitan dengan identitas, status perkawinan, pekerjaan, dan catatan usaha. |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Status Verifikasi
| Dokumen | Status | Catatan |
|---|---|---|
| KTP Nur Aisyah | Perlu klarifikasi | Foto KTP tidak utuh, nomor identitas tidak lengkap. |
| Formulir Pengajuan | Perlu klarifikasi | Dokumen '02-formulir-belum-lengkap.docx' menunjukkan formulir belum lengkap. |
| Catatan Usaha/SKU | Perlu klarifikasi | Dokumen '03-catatan-usaha-buram.png' buram dan '04-transaksi-7-hari.csv' hanya 7 hari, tidak mencerminkan bulanan. |
| Omzet Bulanan | Diproses | Nasabah hanya memberikan perkiraan dan catatan 7 hari, belum ada data bulanan yang pasti. |
| Biaya Operasional & Pengeluaran Rumah Tangga | Diproses | Biaya bercampur dan belum dihitung pasti oleh nasabah. |
| Kewajiban Cicilan Existing | Diproses | Nasabah menyebut kemungkinan ada cicilan keluarga namun tidak ada rincian. |
| Agunan | Diproses | Agunan berupa perabotan rumah, tidak ada kuitansi kepemilikan, dan belum jelas kelayakannya. |
| Surat Keterangan Domisili | Terverifikasi | Menyatakan nasabah berdomisili dan menjalankan usaha di alamat tersebut. |
Kepatuhan Kebijakan
- Plafon pinjaman Rp 25 juta dan tenor 18 bulan sesuai dengan produk KUR.
- Jenis usaha Dapur Bu Nur memenuhi kriteria usaha mikro.
- Kepatuhan terhadap kelengkapan dokumen dan kemampuan bayar masih perlu verifikasi lebih lanjut.
6. Kesimpulan dan Tindak Lanjut
Tinjau Lanjut
Kekuatan
- Tujuan pinjaman jelas dan spesifik untuk pengembangan usaha.
- Nasabah kooperatif dan bersedia melengkapi dokumen yang kurang.
Kelemahan dan Perhatian
- Data keuangan usaha dan pribadi tidak terpisah dan tidak tercatat rapi.
- Dokumen identitas (KTP) tidak utuh dan agunan tidak jelas kepemilikannya.
- Rasio DSR sangat tinggi, menunjukkan kemampuan bayar yang berisiko.
- Usaha baru berjalan 8 bulan, belum teruji stabilitasnya.
- Tidak ada rincian kewajiban cicilan lain yang sedang berjalan.
Tindak Lanjut
| Tindakan | Penanggung Jawab | Alasan |
|---|---|---|
| Prioritas Tinggi | ||
| Minta nasabah melengkapi foto KTP yang utuh dan jelas. | Analis | Verifikasi identitas nasabah adalah prasyarat utama. |
| Minta catatan transaksi dan pengeluaran usaha (terpisah dari pribadi) minimal 3 bulan terakhir. | Analis | Untuk menghitung cash flow dan kemampuan bayar yang akurat. |
| Minta rincian lengkap semua kewajiban cicilan yang sedang berjalan (jika ada) beserta bukti pembayaran. | Analis | Untuk menghitung DSR yang sebenarnya dan menilai beban keuangan nasabah. |
| Edukasi nasabah mengenai jenis agunan yang diterima dan persyaratannya, serta minta agunan yang memenuhi syarat. | Analis | Agunan yang diajukan saat ini tidak memenuhi syarat. |
| Prioritas Sedang | ||
| Verifikasi fisik lokasi usaha dan keberadaan Dapur Bu Nur. | Verifikator Lapangan | Memastikan keberadaan dan operasional usaha sesuai pernyataan. |
Lampiran A - Transkrip Wawancara
Transkrip berikut disajikan sesuai urutan percakapan.
Bagian 1 - Pembukaan Wawancara dan Konfirmasi Identitas Pemohon
Analis memulai wawancara dengan mengonfirmasi kualitas suara dan meminta izin untuk merekam percakapan, yang disetujui oleh Pemohon. Analis kemudian mengonfirmasi identitas Pemohon sebagai Ibu Nur Aisyah, pemilik Dapur Ibu Nur di Sentolo, Kulon Progo, yang beroperasi dari rumah. Analis juga memperkenalkan rekan yang akan membantu dalam proses wawancara.
Analis 1
Selamat pagi Bu, mohon izin apakah suara saya terdengar jelas? Soalnya saya lagi di kafe nih. Tolang nanti diputar juga ya.
Pemohon 1
Jelas, Mas.
Analis 1
Oke, saya mau minta izin merekam percakapan ini untuk penilaian pengajuan. Apakah Ibu bersedia?
Pemohon 1
Iya, saya bersedia.
Analis 1
Saya konfirmasi, Ibu Nur Aisyah, pemilik Dapur Ibu Nur di Sentolo, Kulon Progo.
Pemohon 1
Betul. Namanya udah betul. Usahanya tuh dari rumah.
Analis 1
Hari ini rekan saya dan juga orang tercinta saya akan membantu mendalami dokumen dan kemampuan pembayaran Ibu.
Analis 2
Selamat pagi, Bu Nur. Saya akan bergantian bertanya dengan analisis utama. Kalau jawabannya belum pasti, silakan sampaikan apa adanya.
Pemohon 1
Oke, baik Mas.
Bagian 2 - Detail Usaha dan Pengajuan Pembiayaan
Pemohon menjelaskan bahwa usahanya telah berjalan sekitar delapan bulan, dimulai secara bertahap dari pesanan tetangga. Pemohon mengajukan pembiayaan sebesar dua puluh lima juta rupiah untuk jangka waktu delapan belas bulan, yang akan digunakan untuk membeli oven, mixer, rak, loyang, dan kemasan. Daftar harga barang-barang tersebut sudah disiapkan oleh Pemohon.
Analis 1
[menirukan suara efek musik dramatis] Sudah berapa lama usaha ini berjalan?
Pemohon 1
Sekitar delapan bulan. Mulainya pelan-pelan dari pesanan tetangga, jadi tanggal tepatnya saya nggak ingat.
Analis 2
Berapa pembiayaan yang diajukan, Bu, untuk apa?
Pemohon 1
Ee, ajungannya dua lima juta selama delapan belas bulan.
Pemohon 1
Untuk oven, mixer, rak, loyang sama kemasan.
Pemohon 1
Daftar harganya udah saya bawa sih.
Bagian 3 - Penjelasan Omzet dan Biaya Usaha
Pemohon menyatakan omzet rata-rata per bulan usahanya berkisar antara delapan hingga empat belas juta rupiah, namun angka ini masih perkiraan karena baru mencatat transaksi selama tujuh hari. Pemohon juga menjelaskan bahwa biaya bahan baku masih tercampur dengan belanja rumah tangga, dan biaya operasional seperti listrik belum dipisahkan. Oleh karena itu, Pemohon belum dapat menghitung total bulanan atau pendapatan bersih secara pasti.
Analis 2
Wah, banyak juga ya, Bu. Berapa omzet rata-rata per bulannya, Bu?
Pemohon 1
Hmm, bentar ya saya cek dulu catatan saya.
Pemohon 1
Sekitar delapan sampai empat belas juta, tapi kadang rame sama kadang sepi.
Pemohon 1
Saya baru catat tujuh hari, jadi angka bulanan itu menurut perkiraan dari pesanan yang saya ingat sih.
Analis 2
Terus, berapa biaya bahan dan biaya operasional per bulannya, Bu?
Pemohon 1
[suara musik dari handphone] Biaya bahan macam campur dengan belanja rumah.
Pemohon 1
Biaya sana, listrik juga belum saya pisahkan. Total bulanannya belum juga dihitung pasti.
Analis 1
Kalau dikurangi biaya usaha dan kebutuhan rumah tangga, berapa pendapatan bersih setiap bulan yang tersedia?
Pemohon 1
Saya belum bisa nyebut angka pastinya sih. Pengeluaran kita juga udah, udah berubah karena belum dicatat itu.
Bagian 4 - Kewajiban Keuangan dan Agunan yang Diajukan
Analis menanyakan tentang pinjaman atau kewajiban lain yang masih berjalan, dan Pemohon menyebutkan kemungkinan adanya cicilan belanja keluarga namun belum memiliki rinciannya. Pemohon juga berencana menggunakan beberapa perabotan rumah sebagai agunan, tetapi kuitansi kepemilikannya sudah tidak ada dan Pemohon tidak yakin apakah barang tersebut bisa dijadikan agunan.
Analis 2
Apakah ada pinjaman cicilan atau kewajiban lain yang masih berjalan ya, Bu?
Pemohon 1
Mungkin ada cicilan belanja yang di bawah keluarga, tapi saya belum bawa rinciannya. Saya nggak berani ngasih total atau angsuran bulanannya.
Analis 2
Oh begitu ya, Bu. Boleh nanti dipastikan sih. Tapi agunan yang akan diajukan apa ya dan apakah ada bukti kepemilikannya?
Pemohon 1
Nah, saya pikirannya pakai beberapa perabotan rumah. Cuma, kuotansinya tuh udah nggak ada.
Pemohon 1
Aku juga belum tahu barang yang kayak gitu tuh bisa dijadiin agunan atau nggak.
Bagian 5 - Permintaan Kelengkapan Dokumen dan Penutup
Analis menginformasikan bahwa foto KTP yang diberikan tidak menampilkan nomor identitas secara lengkap dan meminta foto KTP lain yang lebih jelas. Pemohon bersedia melengkapi KTP dan catatan transaksi beberapa bulan. Analis kemudian menyampaikan bahwa mereka belum dapat memastikan pendapatan bersih, kewajiban, atau kepemilikan agunan, sehingga Pemohon diminta untuk melengkapi detail catatan transaksi, rincian biaya dan kewajiban, serta dokumen kepemilikan agunan. Wawancara diakhiri dengan ucapan terima kasih dari Analis.
Analis 2
Foto KTP yang diberikan tidak nampilin nomor identitas secara lengkap. Apakah ada foto lain ya, Bu, yang mungkin bisa digunakan?
Pemohon 1
Oh boleh, boleh. Belum saya bawa. Nanti saya foto ulang dengan percayaan lebih bagus
Pemohon 1
ya.
Analis 1
Baik, Bu Nur. Apakah Ibu bersedia melengkapi KTP dan catatan transaksi beberapa bulan?
Pemohon 1
Iya, iya nanti saya lengkapi.
Analis 2
Baik, Bu. Terima kasih banyak. Karena kami belum
Analis 2
dapat memastikan pendapatan bersih, kewajiban berjalan, atau kepemilikan agunan, mohon dibantu lengkapi detail catatan transaksi beberapa bulan, rincian biaya dan kewajiban, serta dokumen kepemilikan jika mengajukan agunan.
Pemohon 1
Baik, baik. Nanti ya saya usahain untuk dilengkapi lagi.
Analis 1
Terima kasih atas waktunya, Ibu. BTW Ibu cantik banget di sini. Saya sangat tergoda dan terima kasih, Bu. Pas.