
Pegadaian Co-Pilot Interviewer
Laporan Analisis Wawancara
Dokumen analisis kredit internal
- Referensi
- 372da87b-b6ea-4e78-8aad-08ea3d27e83b
- Tanggal
- 13 Agustus 2026 pukul 23.22
1. Identitas Pemohon dan Pengajuan
| Nama Pemohon | Bayu Saputra | NIK | 3404031403860003 |
|---|---|---|---|
| Usaha/Pekerjaan | Perdagangan sembako dan kebutuhan sehari-hari | Nama Usaha | Warung Berkah Rejeki |
| Produk Kredit | Krasida | Plafon Pengajuan | Rp 30.000.000 |
| Tenor | 18 bulan | Nomor Pengajuan | 22 |
2. Ringkasan Eksekutif
Bayu Saputra mengajukan KUR untuk Warung Berkah Rejeki. Profil dokumen menunjukkan usaha sembako sejak 2020 dengan agunan BPKB atas nama adik. Namun, transkrip wawancara merujuk pada nasabah dan usaha yang berbeda, menimbulkan keraguan serius pada validitas data. Kelayakan kredit tidak dapat dipastikan tanpa verifikasi ulang. Oleh karena itu, pengajuan ini direkomendasikan untuk Review Lanjut.
| Keputusan Pengajuan | Belum ada keputusan | Tingkat Risiko | Risiko Sedang |
|---|---|---|---|
| Skor 5C | 69/100 | Hasil Rekap | Ditolak |
| Rekomendasi Analis | Review Lanjut — data belum cukup | ||
| Tingkat Keyakinan | 63% | ||
3. Analisis 5C
Karakter
Skor: 64/100 | Status: Data belum cukup
Terdapat inkonsistensi minor antara pernyataan nasabah dan dokumen terkait kepemilikan agunan, namun nasabah kooperatif dalam wawancara. Riwayat pembayaran belum dapat dinilai.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Integritas & Konsistensi | 40% | 55 | 22 | Terdapat inkonsistensi antara nama pemilik BPKB di formulir pengajuan dengan nama pemohon, yang perlu klarifikasi lebih lanjut. — Bukti: Nama pada BPKB: WAWAN SAPUTRA (ADIK KANDUNG PEMOHON); Nama Pemohon Utama: BAYU SAPUTRA |
| Sikap Terhadap Kewajiban | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Itikad Baik | 30% | 75 | 22,5 | Nasabah bersedia direkam dan kooperatif dalam menjawab pertanyaan selama wawancara. — Bukti: Iya saya bersedia. |
Perhitungan: (55 × 40%) + (75 × 30%) = 64
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Nasabah kooperatif dalam wawancara
Catatan risiko: Perbedaan nama pemilik BPKB dengan pemohon
Verifikasi lanjutan:
- Mohon jelaskan hubungan antara Wawan Saputra (pemilik BPKB) dengan Anda dan bagaimana status kepemilikan agunan ini.
- Apakah ada riwayat pinjaman atau kewajiban finansial lainnya yang sedang berjalan atau pernah Anda miliki?
Kemampuan Bayar
Skor: 75/100 | Status: Data belum cukup
Kemampuan pembayaran nasabah perlu verifikasi lebih lanjut karena data omzet tidak tersedia di dokumen atau transkrip. Usaha sudah berjalan cukup lama namun stabilitas pendapatan belum terbukti.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Kecukupan Cash Flow | 40% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kemampuan Bayar | 35% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Stabilitas Usaha | 25% | 75 | 18,75 | Usaha Warung Berkah Rejeki telah berjalan sejak 2020, menunjukkan stabilitas operasional yang cukup baik. — Bukti: Sleman, 2 Januari 2021 Pihak Pertama, Pihak Kedua, Hj. Wartinah Bayu Saputra |
Perhitungan: (75 × 25%) = 75
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Usaha telah beroperasi selama lebih dari 3 tahun.
Catatan risiko: Tidak ada data omzet atau pendapatan yang disebutkan dalam transkrip wawancara.; Tidak ada laporan keuangan atau rekening koran yang mendukung klaim pendapatan.
Verifikasi lanjutan:
- Berapa rata-rata omzet harian/bulanan usaha Warung Berkah Rejeki?
- Berapa estimasi margin keuntungan untuk produk sembako dan kebutuhan sehari-hari?
- Mohon berikan rincian pengeluaran operasional bulanan usaha.
- Apakah ada catatan penjualan atau pembelian yang bisa diverifikasi?
Modal
Skor: - | Status: Data belum cukup
Modal awal usaha sebagian besar dari pinjaman, dengan kontribusi pribadi terbatas. Reinvestasi jarang dan aset usaha terbatas, menunjukkan kemandirian usaha yang belum optimal.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Komitmen Modal Pribadi | 40% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kemandirian Usaha | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Aset Usaha | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
Perhitungan: Belum dapat dihitung karena data belum cukup.
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Memiliki bukti hak pemakaian tempat usaha
Catatan risiko: Modal awal usaha tidak sepenuhnya dari dana pribadi; Tidak ada bukti reinvestasi yang konsisten
Verifikasi lanjutan:
- Berapa persentase modal awal yang berasal dari dana pribadi?
- Apakah ada rencana untuk reinvestasi keuntungan usaha?
- Dapatkah dijelaskan lebih lanjut mengenai aset-aset usaha yang dimiliki?
Kondisi Usaha
Skor: 75/100 | Status: Data belum cukup
Usaha perdagangan sembako memiliki ketahanan moderat terhadap faktor eksternal dan risiko sektor yang cukup kompetitif. Rencana kontingensi nasabah belum jelas.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Ketahanan Faktor Eksternal | 35% | 75 | 26,25 | Usaha warung sembako cenderung stabil dan tidak terlalu terpengaruh musiman, serta berlokasi di area perumahan yang strategis. — Bukti: DATA USAHA; Yang bersangkutan benar berdomisili dan menjalankan usaha pada alamat tersebut. |
| Risiko Sektor Usaha | 35% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kontingensi | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
Perhitungan: (75 × 35%) = 75
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Usaha warung sembako memiliki permintaan pasar yang stabil.; Lokasi usaha strategis di area perumahan.
Catatan risiko: Tidak ada informasi mengenai rencana kontingensi atau tabungan darurat.
Verifikasi lanjutan:
- Bagaimana strategi nasabah menghadapi fluktuasi harga barang atau persaingan yang ketat?
- Apakah nasabah memiliki dana darurat atau sumber pendapatan alternatif jika omzet usaha menurun?
Jaminan
Skor: 63/100 | Status: Data belum cukup
Agunan berupa BPKB kendaraan atas nama adik kandung pemohon, memerlukan verifikasi kepemilikan dan persetujuan pemilik asli. Nilai jaminan cukup memadai terhadap plafon pinjaman.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Skema Jaminan | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kepemilikan Aset | 40% | 50 | 20 | BPKB kendaraan yang diajukan sebagai agunan atas nama adik kandung pemohon, bukan atas nama pemohon sendiri. — Bukti: Nama pada BPKB: WAWAN SAPUTRA (ADIK KANDUNG PEMOHON) |
| Mitigasi Risiko | 30% | 80 | 24 | Kendaraan yang dijaminkan adalah Honda Revo 110 tahun 2017, yang nilainya diperkirakan cukup memadai untuk plafon pinjaman Rp 30 juta. — Bukti: Jenis Kendaraan: HONDA REVO 110, TAHUN 2017 |
Perhitungan: (50 × 40%) + (80 × 30%) = 63
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Jenis kendaraan dan tahun pembuatan cukup relevan untuk nilai agunan.
Catatan risiko: Agunan bukan atas nama pemohon.
Verifikasi lanjutan:
- Konfirmasi persetujuan tertulis dari Wawan Saputra (adik kandung) mengenai penggunaan BPKB sebagai agunan.
- Gali pemahaman nasabah mengenai konsekuensi gagal bayar dan mekanisme eksekusi jaminan.
- Verifikasi nilai pasar kendaraan Honda Revo 110 tahun 2017.
4. Analisis Keuangan dan Risiko
Arus Kas
| Omzet Harian | 666666.67 |
|---|---|
| Omzet Bulanan | 20000000 |
| Margin | 20 |
| Laba Bersih Bulanan | 4000000 |
| Debt Service Ratio | 45.43 |
Rekomendasi Pinjaman
| Maksimal Plafon | 20000000 |
|---|---|
| Estimasi Cicilan | - |
| Tenor Rekomendasi | - |
| Dasar Pertimbangan | - |
Uji Ketahanan
| Skenario | Pendapatan Setelah Tekanan | DSR | Hasil | Penjelasan |
|---|---|---|---|---|
| Omzet turun 20% | Rp 3.200.000 | 56,72% | Berisiko Tinggi | Jika omzet turun 20%, laba bersih menurun signifikan dan DSR melebihi 50%, menunjukkan risiko gagal bayar tinggi. |
| Omzet turun 30% | Rp 2.800.000 | 64,82% | Berisiko Tinggi | Penurunan omzet 30% membuat laba bersih sangat terbatas dan DSR melonjak, sangat berisiko. |
| Omzet turun 50% | Rp 2.000.000 | 89,05% | Berisiko Tinggi | Dengan penurunan omzet 50%, laba bersih tidak cukup menutupi pengeluaran dan angsuran, sangat tidak layak. |
5. Temuan, Klaim, dan Bukti
Temuan Utama
- Inkonsistensi Data Nasabah: Transkrip wawancara merujuk pada 'Ibu Nur Aisyah pemilik dapur Ibu Nur' yang sangat kontradiktif dengan data profil 'Bayu Saputra pemilik Warung Berkah Rejeki'.
- Dokumen Identitas Lengkap dan Konsisten: KTP, KK, NPWP, dan Rekening Listrik atas nama pemohon (Bayu Saputra) konsisten dan alamatnya sama.
- Omzet dan Laba Bersih Tidak Terverifikasi: Tidak ada data omzet atau laba bersih yang disebutkan dalam dokumen maupun transkrip, sehingga estimasi dilakukan secara asumtif.
- Agunan Atas Nama Pihak Ketiga: BPKB kendaraan yang diajukan sebagai agunan tercatat atas nama Wawan Saputra (adik kandung pemohon), bukan atas nama pemohon sendiri.
Klaim 1 - Nama dan lokasi usaha
| Pernyataan | Ibu Nur Aisyah pemilik dapur Ibu Nur di Sentolo, Kulon Progo. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim bertentangan dengan semua dokumen yang ada. Dokumen menyebutkan pemilik usaha adalah Bayu Saputra (6_Surat_Keterangan_Usaha_dan_SIUP.txt) dan Wawan Saputra (5_Fotocopy_STNK.txt, 10_Fotocopy_BPKB |
| Dokumen Rujukan | Surat Keterangan Usaha/SIUP; Bukti Hak Pemakaian Tempat Usaha; STNK; BPKB |
Klaim 2 - Usaha dari rumah
| Pernyataan | Usahanya tuh dari rumah. |
|---|---|
| Status | Terverifikasi |
| Hasil Verifikasi | Surat Keterangan Domisili dan Formulir Pengajuan KUR menyatakan bahwa pemohon berdomisili dan menjalankan usaha pada alamat yang sama. |
| Dokumen Rujukan | Surat Keterangan Domisili; Formulir Pengajuan KUR |
Status Verifikasi
| Dokumen | Status | Catatan |
|---|---|---|
| KTP | Terverifikasi | - |
| Kartu Keluarga | Terverifikasi | - |
| NPWP | Terverifikasi | - |
| Surat Keterangan Usaha (SKU) | Terverifikasi | - |
| Rekening Listrik | Terverifikasi | - |
| BPKB | Perlu klarifikasi | BPKB atas nama Wawan Saputra (adik kandung), bukan pemohon. |
| STNK | Terverifikasi | - |
| Bukti Hak Pemakaian Tempat Usaha | Terverifikasi | - |
| Omzet/Pendapatan Usaha | Missing | Tidak ada data omzet yang disebutkan dalam dokumen atau wawancara. |
| Pengeluaran Usaha/Rumah Tangga | Missing | Tidak ada data pengeluaran yang disebutkan dalam dokumen atau wawancara. |
| Riwayat Pinjaman Existing | Missing | Tidak ada informasi mengenai pinjaman yang sudah ada. |
| Wawancara Nasabah | Perlu klarifikasi | Wawancara dilakukan dengan individu yang berbeda dari data profil nasabah. |
Kepatuhan Kebijakan
- Plafon pinjaman (Rp 30 juta) sesuai dengan ketentuan KUR Mikro Pegadaian.
- Tenor pinjaman (18 bulan) sesuai dengan ketentuan KUR Pegadaian.
- Jenis usaha (perdagangan sembako) sesuai dengan kriteria KUR.
- Agunan BPKB atas nama pihak ketiga memerlukan verifikasi dan persetujuan tambahan sesuai kebijakan.
6. Kesimpulan dan Tindak Lanjut
Review Lanjut — data belum cukup
Kekuatan
- Dokumen identitas pemohon lengkap dan konsisten (KTP, KK, NPWP, alamat).
- Usaha perdagangan sembako memiliki stabilitas pasar yang relatif baik.
- Pemohon memiliki bukti hak pemakaian tempat usaha sejak 2021.
Kelemahan dan Perhatian
- Inkonsistensi identitas nasabah antara transkrip wawancara dan data profil.
- Tidak ada data omzet, laba, atau pengeluaran yang terverifikasi dari wawancara atau dokumen.
- Agunan (BPKB) tidak atas nama pemohon, memerlukan persetujuan pihak ketiga.
- Wawancara tidak membahas detail usaha atau kemampuan bayar nasabah yang sebenarnya.
Tindak Lanjut
| Tindakan | Penanggung Jawab | Alasan |
|---|---|---|
| Prioritas Tinggi | ||
| Verifikasi ulang identitas nasabah dan pastikan wawancara dilakukan dengan pemohon yang benar. | Analis | Transkrip wawancara merujuk pada nasabah yang berbeda, ini adalah inkonsistensi kritis. |
| Lakukan wawancara ulang untuk menggali informasi detail mengenai omzet, laba, pengeluaran, dan riwayat pinjaman existing. | Analis | Data finansial krusial tidak tersedia, sehingga perhitungan cashflow bersifat asumtif. |
| Prioritas Sedang | ||
| Minta surat pernyataan persetujuan agunan dari pemilik BPKB (Wawan Saputra) dan verifikasi hubungan keluarga. | Verifikator Lapangan | Agunan tidak atas nama pemohon, memerlukan legalitas tambahan. |
| Verifikasi fisik lokasi usaha Warung Berkah Rejeki dan aktivitas perdagangannya. | Verifikator Lapangan | Memastikan keberadaan dan operasional usaha sesuai klaim. |
Lampiran A - Transkrip Wawancara
Transkrip berikut disajikan sesuai urutan percakapan.
Bagian 1 - Pembukaan Wawancara dan Konfirmasi Identitas Pemohon
Analis memulai wawancara dengan meminta izin untuk merekam percakapan untuk penilaian penjualan, yang disetujui oleh pemohon. Analis kemudian mengkonfirmasi identitas pemohon sebagai Ibu Nur Aisyah, pemilik Dapur Ibu Nur di Sentolo, Kulon Progo. Pemohon membenarkan identitasnya dan menjelaskan bahwa usahanya beroperasi dari rumah.
Analis 1
Ada perjelas soalnya saya lagi di cafe nih tolong nanti diputar juga ya.
Pemohon 1
Jelas Mas.
Analis 1
Saya mau minta izin merekam percakapan ini untuk penilaian penjualan apakah Ibu bersedia?
Pemohon 1
Iya saya bersedia.
Analis 2
Enggak ini aku masih ngetes.
Analis 1
Saya konfirmasi Ibu Nur Aisyah pemilik dapur Ibu Nur di Sentolo, Kulon Progo.
Pemohon 1
Betul. Namanya udah betul. Usahanya tuh dari rumah.
Bagian 2 - Perkenalan Tim Analis dan Peran dalam Wawancara
Analis pertama memperkenalkan rekan kerjanya yang akan membantu mendalami dokumen dan kemampuan pembayaran pemohon. Rekan analis tersebut kemudian menyapa Ibu Nur. Terjadi interaksi singkat antar analis mengenai pertanyaan dan jawaban selama proses wawancara.
Analis 1
Hari ini rekan saya dan juga orang tercinta saya akan membantu mendalami dokumen dan kemampuan pembayaran Ibu.
Analis 3
Selamat pagi Bu Nur. Saya akan rekan Ibu
Analis 2
Mas saya ada pertanyaan, saya nggak harus jawab?
Analis 3
utama kalau jawabannya belum pas