
Pegadaian Co-Pilot Interviewer
Laporan Analisis Wawancara
Dokumen analisis kredit internal
- Referensi
- upload-fdce375d42e3
- Tanggal
- 14 Agustus 2026 pukul 02.20
1. Identitas Pemohon dan Pengajuan
| Nama Pemohon | Bayu Saputra | NIK | 3404031403860003 |
|---|---|---|---|
| Usaha/Pekerjaan | Perdagangan sembako dan kebutuhan sehari-hari | Nama Usaha | Warung Berkah Rejeki |
| Produk Kredit | Krasida | Plafon Pengajuan | Rp 30.000.000 |
| Tenor | 18 bulan | Nomor Pengajuan | 26 |
2. Ringkasan Eksekutif
Analisis kredit untuk Bayu Saputra, pemilik Warung Berkah Rejeki, menghadapi tantangan signifikan karena inkonsistensi data antara dokumen dan transkrip wawancara yang merujuk pada individu dan jenis usaha berbeda. Meskipun usaha warung telah berjalan sejak 2020, terdapat ketidaksesuaian pada kepemilikan agunan dan tujuan pinjaman. Dengan DSR estimasi 40.37% untuk plafon Rp 30 juta, pengajuan ini direkomendasikan untuk Review Lanjut guna klarifikasi data dan verifikasi lapangan yang mendalam.
| Keputusan Pengajuan | Belum ada keputusan | Tingkat Risiko | Risiko Sedang |
|---|---|---|---|
| Skor 5C | 56/100 | Hasil Rekap | Perlu Ditinjau |
| Rekomendasi Analis | Tolak Kredit | ||
| Tingkat Keyakinan | 91% | ||
3. Analisis 5C
Karakter
Skor: 55/100 | Status: Perlu Perhatian
Nasabah menunjukkan beberapa inkonsistensi dalam memberikan informasi terkait kepemilikan jaminan dan tujuan pinjaman, meskipun secara umum kooperatif. Riwayat pinjaman sebelumnya menunjukkan pembayaran lunas.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Integritas & Konsistensi | 40% | 40 | 16 | Terdapat kontradiksi signifikan antara pernyataan nasabah dan dokumen terkait kepemilikan jaminan dan tujuan pinjaman. — Bukti: Waktu itu beli baru Pak dari dealer langsung. Saya punya,; itu memang belum saya balik nama sih Pak soalnya prosesnya ribet. Itu sebenarnya motor second sih Pak. Saya beli dari orang tahun 2021 waktu itu, tapi STNK sudah saya update lah atas nama saya sendiri.; Ee iya sih Bu maaf ya. Jadi maksud saya itu beli second tapi kondisinya masih kayak baru. Jadi tadi saya bilang baru. Habis kepakainya terus soal buat operasional di bengkel juga jadi kayak ngerasa udah lama punya gitu.; Hmm gimana ya, benar ya Pak. Saya butuhnya lebih ke nambah stok sparepart aja sih bukan renovasi. Terus kalau bisa saya minta tiga puluh juta aja Pak soalnya sparepart kan muter terus, butuh modal lumayan.; Nama pada BPKB: WAWAN SAPUTRA (ADIK KANDUNG PEMOHON) |
| Sikap Terhadap Kewajiban | 30% | 80 | 24 | Nasabah memiliki riwayat pinjaman motor yang sudah lunas dan tidak ada tunggakan atau cicilan lain saat ini. — Bukti: Pernah sih, dulu saya pernah ambil kredit motor, tapi udah lunas dari dua tahun yang lalu. Selain itu belum pernah lagi, jadi saat ini saya belum ada tunggakan atau cicilan lain. |
| Itikad Baik | 30% | 50 | 15 | Nasabah kooperatif dalam menjawab pertanyaan, namun ada upaya untuk menutupi informasi awal terkait kepemilikan jaminan dan tujuan pinjaman. — Bukti: Ee iya sih Bu maaf ya. Jadi maksud saya itu beli second tapi kondisinya masih kayak baru. Jadi tadi saya bilang baru. Habis kepakainya terus soal buat operasional di bengkel juga jadi kayak ngerasa udah lama punya gitu.; Wah gila maaf Pak, kemarin buru-buru sih isi formulirnya jadi agak asal isi. |
Perhitungan: (40 × 40%) + (80 × 30%) + (50 × 30%) = 55
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Riwayat pinjaman sebelumnya lunas; Kooperatif dalam memberikan penjelasan setelah dikonfirmasi
Catatan risiko: Inkonsistensi informasi kepemilikan jaminan (BPKB atas nama orang lain, pernyataan beli baru vs second); Perbedaan tujuan dan jumlah pinjaman antara formulir dan pernyataan wawancara
Verifikasi lanjutan:
- Mengapa ada perbedaan informasi yang signifikan antara formulir pengajuan dan pernyataan lisan?
- Apakah ada alasan lain BPKB belum dibalik nama selain proses yang ribet?
- Bagaimana nasabah memastikan konsistensi informasi di masa mendatang?
Kemampuan Bayar
Skor: 59/100 | Status: Perlu Perhatian
Nasabah memiliki usaha bengkel yang sudah berjalan cukup lama dengan pendapatan yang lumayan stabil, namun terdapat inkonsistensi dalam penyampaian omzet dan belum ada bukti pendukung yang kuat untuk cash flow.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Kecukupan Cash Flow | 40% | 55 | 22 | Terdapat inkonsistensi dalam penyampaian pendapatan bersih bulanan, dari 8 juta menjadi 5 juta, dan tidak didukung oleh dokumen rekening koran. — Bukti: Hmm kalau bersih ya Pak, kalau bersih bisa sekitar delapan jutaan lah per bulan. Itu udah dipotong buat duit sparepart, gaji karyawan, macam-macam.; bisa dibilang rata-rata sebulannya masih di angka lima jutaan lah, Pak. |
| Kemampuan Bayar | 35% | 60 | 21 | Dengan estimasi pendapatan bersih 5 juta dan pengeluaran rumah tangga 3 juta, kemampuan bayar masih perlu diverifikasi lebih lanjut terkait angsuran pinjaman baru. — Bukti: Pengeluaran rumah tangga sekitar tiga jutaan ya Pak buat makan, sekolah anak sama cicilan-cicilan kecil-kecil lainnya juga.; bisa dibilang rata-rata sebulannya masih di angka lima jutaan lah, Pak. |
| Stabilitas Usaha | 25% | 65 | 16,25 | Usaha bengkel sudah berjalan delapan tahun dan memiliki dua karyawan, menunjukkan stabilitas operasional yang cukup baik. — Bukti: Wah bengkel saya ini udah lama Pak, ini udah jalan delapan tahun kayaknya ada deh, dari sebelum pandemi malah saya sudah mulai. Awalnya kecil-kecilan aja di garasi rumah, terus lama-lama berkembang sampai sekarang ada tempat bengkel sendiri.; Ada dua Pak, bantu-bantu service, satu lagi kadang jaga toko sparepartnya. |
Perhitungan: (55 × 40%) + (60 × 35%) + (65 × 25%) = 59
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Usaha bengkel sudah berjalan selama 8 tahun.; Memiliki 2 karyawan yang membantu operasional.
Catatan risiko: Inkonsistensi data omzet yang disebutkan nasabah.; Tidak ada rekening koran sebagai bukti pendukung cash flow.
Verifikasi lanjutan:
- Minta nasabah untuk menyediakan rekening koran usaha minimal 3 bulan terakhir.
- Klarifikasi lebih lanjut mengenai fluktuasi pendapatan dan bagaimana nasabah mengelolanya.
Modal
Skor: 52/100 | Status: Perlu Perhatian
Modal awal usaha sebagian besar dari pinjaman, dengan reinvestasi yang jarang. Aset usaha terbatas dan dokumentasi parsial, namun nilai aset cukup terhadap pinjaman.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Komitmen Modal Pribadi | 40% | 40 | 16 | Modal awal usaha tidak dijelaskan secara rinci, namun nasabah menyebutkan pernah mengambil kredit motor sebelumnya, mengindikasikan ketergantungan pada pinjaman. — Bukti: Pernah sih, dulu saya pernah ambil kredit motor, tapi udah lunas dari dua tahun yang lalu. Selain itu belum pernah lagi, jadi saat ini saya belum ada tunggakan atau cicilan lain. |
| Kemandirian Usaha | 30% | 50 | 15 | Tidak ada bukti jelas mengenai reinvestasi rutin atau penambahan modal, namun usaha telah berjalan lama dan berkembang dari garasi rumah. — Bukti: Wah bengkel saya ini udah lama Pak, ini udah jalan delapan tahun kayaknya ada deh, dari sebelum pandemi malah saya sudah mulai. Awalnya kecil-kecilan aja di garasi rumah, terus lama-lama berkembang sampai sekarang ada tempat bengkel sendiri. |
| Aset Usaha | 30% | 70 | 21 | Nasabah memiliki aset berupa bengkel sendiri yang berkembang dari garasi rumah, namun detail dokumentasi aset tidak dijelaskan. — Bukti: Wah bengkel saya ini udah lama Pak, ini udah jalan delapan tahun kayaknya ada deh, dari sebelum pandemi malah saya sudah mulai. Awalnya kecil-kecilan aja di garasi rumah, terus lama-lama berkembang sampai sekarang ada tempat bengkel sendiri. |
Perhitungan: (40 × 40%) + (50 × 30%) + (70 × 30%) = 52
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Usaha telah berjalan selama delapan tahun dan berkembang dari skala kecil.
Catatan risiko: Modal awal usaha tidak dijelaskan secara rinci dan ada riwayat pinjaman sebelumnya.; Tidak ada bukti jelas mengenai reinvestasi rutin usaha.
Verifikasi lanjutan:
- Bagaimana sumber modal awal untuk mendirikan Bengkel Jaya Motor?
- Apakah ada catatan atau bukti reinvestasi keuntungan ke dalam usaha?
- Dapatkah dijelaskan lebih lanjut mengenai aset-aset yang dimiliki usaha Bengkel Jaya Motor?
Kondisi Usaha
Skor: 58/100 | Status: Perlu Perhatian
Usaha bengkel memiliki ketahanan terhadap faktor eksternal yang cukup, namun sektor usaha kompetitif. Nasabah belum memiliki rencana kontingensi yang jelas.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Ketahanan Faktor Eksternal | 35% | 75 | 26,25 | Usaha bengkel sudah berjalan lama dan memiliki pelanggan langganan, menunjukkan ketahanan terhadap persaingan. — Bukti: Wah bengkel saya ini udah lama Pak, ini udah jalan delapan tahun kayaknya ada deh, dari sebelum pandemi malah saya sudah mulai. Awalnya kecil-kecilan aja di garasi rumah, terus lama-lama berkembang sampai sekarang ada tempat bengkel sendiri.; Ada sih Pak beberapa, tapi alhamdulillah pelanggan saya lumayan banyak yang langganan, jadi masih ramai terus. |
| Risiko Sektor Usaha | 35% | 55 | 19,25 | Sektor usaha bengkel memiliki beberapa pesaing di sekitar lokasi, menunjukkan tingkat kompetisi yang moderat. — Bukti: Ada sih Pak beberapa, tapi alhamdulillah pelanggan saya lumayan banyak yang langganan, jadi masih ramai terus. |
| Kontingensi | 30% | 40 | 12 | Nasabah tidak menyebutkan adanya rencana cadangan atau tabungan darurat yang signifikan, hanya 'sedikit buat jaga-jaga'. — Bukti: Untuk sekarang ada sih Pak, ada sedikit buat jaga-jaga aja, nggak banyak juga. |
Perhitungan: (75 × 35%) + (55 × 35%) + (40 × 30%) = 58
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Usaha bengkel sudah berjalan 8 tahun dan memiliki pelanggan setia.; Omzet lumayan stabil, dengan potensi peningkatan saat musim liburan.
Catatan risiko: Tidak ada rencana kontingensi yang jelas atau tabungan darurat yang memadai.
Verifikasi lanjutan:
- Bagaimana strategi nasabah menghadapi persaingan di sektor bengkel?
- Apakah ada rencana untuk diversifikasi layanan atau produk di bengkel?
- Apakah nasabah memiliki tabungan darurat atau sumber dana lain untuk menghadapi penurunan omzet mendadak?
Jaminan
Skor: 56/100 | Status: Perlu Perhatian
Jaminan BPKB motor atas nama adik kandung pemohon dan terdapat inkonsistensi informasi kepemilikan. Perlu proses balik nama dan klarifikasi lebih lanjut.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Skema Jaminan | 30% | 75 | 22,5 | Nasabah menunjukkan pemahaman yang cukup baik mengenai skema jaminan dan konsekuensi gagal bayar, serta bersedia mengurus balik nama BPKB. — Bukti: Siap, siap saya usahakan Pak secepatnya.; Baik Pak saya rasa cukup untuk wawancaranya. Nanti kami lakukan verifikasi lapangan ke lokasi usaha dan proses balik nama BPKB perlu diselesaikan dulu ya Pak. |
| Kepemilikan Aset | 40% | 40 | 16 | BPKB jaminan motor masih atas nama adik kandung pemohon, bukan atas nama pemohon sendiri, dan ada inkonsistensi pernyataan mengenai status kepemilikan awal. — Bukti: Nama pada BPKB: WAWAN SAPUTRA (ADIK KANDUNG PEMOHON); itu memang belum saya balik nama sih Pak soalnya prosesnya ribet. Itu sebenarnya motor second sih Pak. Saya beli dari orang tahun 2021 waktu itu, tapi STNK sudah saya update lah atas nama saya sendiri. |
| Mitigasi Risiko | 30% | 60 | 18 | Nilai jaminan motor Honda Vario tahun 2019 perlu diverifikasi lebih lanjut untuk memastikan cakupan plafon pinjaman Rp 30 juta, namun tidak ada aset cadangan lain yang disebutkan. — Bukti: Motor Honda Vario saya Pak yang hitam itu.; Tahun 2019 motornya, Pak.; Untuk sekarang ada sih Pak, ada sedikit buat jaga-jaga aja, nggak banyak juga. |
Perhitungan: (75 × 30%) + (40 × 40%) + (60 × 30%) = 56
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Kesediaan nasabah untuk mengurus balik nama BPKB
Catatan risiko: BPKB jaminan bukan atas nama pemohon; Inkonsistensi pernyataan mengenai status kepemilikan awal jaminan
Verifikasi lanjutan:
- Berapa estimasi nilai pasar motor Honda Vario tahun 2019?
- Apakah ada aset lain yang dapat dijadikan jaminan tambahan atau cadangan?
4. Analisis Keuangan dan Risiko
Arus Kas
| Omzet Harian | 833333.33 |
|---|---|
| Omzet Bulanan | 25000000 |
| Margin | 18 |
| Laba Bersih Bulanan | 4500000 |
| Debt Service Ratio | 40.37 |
Rekomendasi Pinjaman
| Maksimal Plafon | 20000000 |
|---|---|
| Estimasi Cicilan | - |
| Tenor Rekomendasi | - |
| Dasar Pertimbangan | - |
Sinyal Risiko
| Stabilitas Pendapatan | 0.6 |
|---|---|
| Rasio Hutang | 0.7 |
| Risiko Pekerjaan | 0.4 |
| Konsistensi Dokumen | 0.9 |
Uji Ketahanan
| Skenario | Pendapatan Setelah Tekanan | DSR | Hasil | Penjelasan |
|---|---|---|---|---|
| Omzet turun 20% | Rp 3.600.000 | 50,47% | Perlu Perhatian | Jika omzet turun 20%, laba bersih bulanan akan berkurang menjadi Rp 3.600.000, meningkatkan DSR menjadi 50.47%. |
| Omzet turun 30% | Rp 3.150.000 | 57,68% | Berisiko Tinggi | Penurunan omzet 30% akan membuat laba bersih menjadi Rp 3.150.000, dengan DSR 57.68%, menunjukkan risiko gagal bayar tinggi. |
| Omzet turun 50% | Rp 2.250.000 | 80,76% | Berisiko Tinggi | Penurunan omzet 50% akan sangat memberatkan, laba bersih hanya Rp 2.250.000, dan DSR melonjak menjadi 80.76%. |
5. Temuan, Klaim, dan Bukti
Temuan Utama
- Inkonsistensi Data Pemohon: Nama pemohon dan jenis usaha di transkrip wawancara sangat berbeda dengan data profil dan dokumen yang dilampirkan. Transkrip menyebut 'Dedi Kurniawan' dengan 'bengkel', sementara dokumen 'Bayu Saputra' dengan 'warung sembako'.
- Inkonsistensi Data Agunan: Nasabah menyatakan motor dibeli baru, namun BPKB masih atas nama pihak ketiga ('Slamet Priadi') dan kemudian mengakui motor second. STNK sudah atas nama nasabah.
- Inkonsistensi Tujuan & Plafon Pinjaman: Formulir pengajuan menyebut Rp 25 juta untuk renovasi, namun nasabah menginginkan Rp 30 juta untuk tambahan stok sparepart. Ini adalah perbedaan signifikan.
- Kepemilikan Tempat Usaha & Rekening Listrik: Tempat usaha dan rekening listrik bukan atas nama pemohon, melainkan atas nama orang tua/keluarga. Ini perlu verifikasi lebih lanjut mengenai hak pakai.
- Durasi Usaha Cukup Lama: Usaha warung sembako telah berjalan sejak 2020, menunjukkan stabilitas operasional yang cukup baik.
Klaim 1 - Nama lengkap dan tanggal lahir
| Pernyataan | Dedi Kurniawan, lahir di Malang 15 Mei 1985. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim nama 'Dedi Kurniawan' dan tanggal lahir 'Malang 15 Mei 1985' bertentangan dengan semua dokumen yang tersedia. Dokumen-dokumen tersebut merujuk pada 'Bayu Saputra' lahir di 'Sleman, 03-03-1986'. |
| Dokumen Rujukan | KTP; Kartu Keluarga |
Klaim 2 - Alamat sesuai KTP dan domisili
| Pernyataan | Kalau sesuai KTP, Jalan Sulfat Agung nomor 23 Kelurahan Purwodadi Kecamatan Blimbing. Oh masih sama sih Pak, dari dulu di situ terus, dari kecil malah. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim alamat pemohon (Jalan Sulfat Agung nomor 23 Kelurahan Purwodadi Kecamatan Blimbing) bertentangan dengan alamat di KTP dan Kartu Keluarga (JL. KALIURANG KM 12, DUSUN KRAJAN, SARDONOHARJO, NGAGLIK |
| Dokumen Rujukan | KTP; Kartu Keluarga |
Klaim 3 - Status pernikahan dan nama istri
| Pernyataan | Sudah Bu, istri saya namanya Siti Rahayu. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon bahwa nama istrinya Siti Rahayu bertentangan dengan dokumen Kartu Keluarga dan Surat Nikah yang menyatakan nama istrinya adalah Rina Wijayanti. |
| Dokumen Rujukan | Kartu Keluarga; Surat Nikah; Formulir Pengajuan KUR |
Klaim 4 - Jumlah anak
| Pernyataan | Untuk saat ini ada dua Bu, yang besar kelas lima SD, yang kecil masih tiga tahunan lah. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Tidak ada bukti dokumen yang relevan dengan klaim pemohon mengenai jumlah dan usia anak-anaknya. |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Klaim 5 - Pekerjaan
| Pernyataan | Kalau saya sekarang wirausaha ya Pak disebutnya ya, saya punya bengkel sendiri gitu. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon memiliki bengkel sendiri bertentangan dengan semua dokumen yang menyatakan jenis usaha adalah "PERDAGANGAN SEMBAKO DAN KEBUTUHAN SEHARI-HARI" dengan nama usaha "WARUNG BERKAH REJEKI". |
| Dokumen Rujukan | Surat Keterangan Usaha/SIUP; Formulir Pengajuan KUR |
Klaim 6 - Riwayat pinjaman
| Pernyataan | Pernah sih, dulu saya pernah ambil kredit motor, tapi udah lunas dari dua tahun yang lalu. Selain itu belum pernah lagi, jadi saat ini saya belum ada tunggakan atau cicilan lain. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Tidak ada bukti dokumen yang secara langsung memverifikasi riwayat kredit motor pemohon atau status pelunasannya, maupun ketiadaan tunggakan/cicilan lain. |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Klaim 7 - Nama dan lokasi usaha
| Pernyataan | Nama usaha saya, bengkel saya Bengkel Jaya Motor Pak. Lokasinya dekat rumah masih di daerah Purwodadi juga. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim nama usaha dan lokasi tidak konsisten dengan dokumen. Dokumen 6_Surat_Keterangan_Usaha_dan_SIUP.txt menyebutkan nama usaha 'WARUNG BERKAH REJEKI' di 'KABUPATEN SLEMAN KECAMATAN NGAGLIK DESA SARD |
| Dokumen Rujukan | Surat Keterangan Usaha/SIUP |
Klaim 8 - Fokus usaha
| Pernyataan | Eh dua-duanya sih Pak. Service motor harian pasti sama jual sparepart juga, kadang ada yang beli oli dan macam-macam lah, tergantung pelanggan aja. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Tidak ada bukti dokumen yang mendukung klaim pemohon mengenai jenis usahanya (service motor harian dan jual sparepart). Dokumen yang tersedia hanya terkait kendaraan bermotor dan pengajuan pinjaman. |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Klaim 9 - Lama usaha berjalan
| Pernyataan | Wah bengkel saya ini udah lama Pak, ini udah jalan delapan tahun kayaknya ada deh, dari sebelum pandemi malah saya sudah mulai. Awalnya kecil-kecilan aja di garasi rumah, terus lama-lama berkembang sampai sekarang ada tempat bengkel sendiri. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon bahwa usaha sudah berjalan 8 tahun dan sebelum pandemi bertentangan dengan Surat Keterangan Usaha dan SIUP yang menyatakan usaha berjalan sejak tahun 2020, serta Surat Perjanjian Sewa Me |
| Dokumen Rujukan | Surat Keterangan Usaha/SIUP; Bukti Hak Pemakaian Tempat Usaha |
Klaim 10 - Jumlah karyawan
| Pernyataan | Ada dua Pak, bantu-bantu service, satu lagi kadang jaga toko sparepartnya. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Klaim mengenai 'dua Pak, bantu-bantu service' dan 'jaga toko sparepartnya' tidak didukung oleh bukti dokumen yang diberikan. Dokumen hanya mencantumkan pekerjaan pemohon dan istri sebagai WIRASWASTA. |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Klaim 11 - Pendapatan bersih bulanan
| Pernyataan | Hmm kalau bersih ya Pak, kalau bersih bisa sekitar delapan jutaan lah per bulan. Itu udah dipotong buat duit sparepart, gaji karyawan, macam-macam. |
|---|---|
| Status | Perlu cek |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon menyebut penghasilan bersih sekitar delapan jutaan, sementara Formulir Pengajuan KUR mencatat Rp 9.000.000. Ada selisih sekitar 11%. |
| Dokumen Rujukan | Formulir Pengajuan KUR |
Klaim 12 - Stabilitas pendapatan
| Pernyataan | Ya lumayan stabil sih Pak bisa dibilang, paling nanti pas musim mudik atau musim liburan itu bisa ramai banget sebenarnya. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon mengenai stabilitas dan keramaian usaha tidak didukung oleh bukti dokumen yang diberikan. Dokumen yang ada berkaitan dengan BPKB, cek fisik kendaraan, rekening listrik, dan STNK, yang ti |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Klaim 13 - Pengeluaran rumah tangga bulanan
| Pernyataan | Pengeluaran rumah tangga sekitar tiga jutaan ya Pak buat makan, sekolah anak sama cicilan-cicilan kecil-kecil lainnya juga. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Tidak ada bukti dokumen yang secara spesifik menyebutkan pengeluaran rumah tangga pemohon, termasuk untuk makan, sekolah anak, atau cicilan kecil. |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Klaim 14 - Rata-rata penghasilan bulanan setahun terakhir
| Pernyataan | bisa dibilang rata-rata sebulannya masih di angka lima jutaan lah, Pak. |
|---|---|
| Status | Perlu cek |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon 'lima jutaan' bertentangan dengan klaim penghasilan bersih per bulan Rp 9.000.000 di Formulir Pengajuan KUR. Ada selisih yang signifikan. |
| Dokumen Rujukan | Formulir Pengajuan KUR |
Klaim 15 - Kepemilikan tabungan/simpanan lain
| Pernyataan | Untuk sekarang ada sih Pak, ada sedikit buat jaga-jaga aja, nggak banyak juga. |
|---|---|
| Status | Tanpa bukti |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon mengenai 'uang jaga-jaga' tidak didukung oleh bukti dokumen yang diberikan. Dokumen hanya membahas pengajuan pinjaman, jaminan, dan rekening listrik. |
| Dokumen Rujukan | Tidak ada dokumen rujukan |
Klaim 16 - Detail motor jaminan
| Pernyataan | Motor Honda Vario saya Pak yang hitam itu. Tahun 2019 motornya, Pak. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon menyebut Honda Vario tahun 2019, namun dokumen STNK, BPKB, dan Cek Fisik menunjukkan kendaraan adalah Honda Revo 110 tahun 2017. |
| Dokumen Rujukan | STNK; BPKB; Bukti Cek Fisik Kendaraan |
Klaim 17 - Status pembelian motor jaminan
| Pernyataan | itu memang belum saya balik nama sih Pak soalnya prosesnya ribet. Itu sebenarnya motor second sih Pak. Saya beli dari orang tahun 2021 waktu itu, tapi STNK sudah saya update lah atas nama saya sendiri. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon bahwa STNK sudah atas nama sendiri bertentangan dengan BPKB dan STNK yang menunjukkan nama pemilik adalah Wawan Saputra, adik kandung pemohon. Klaim beli tahun 2021 juga bertentangan den |
| Dokumen Rujukan | BPKB; STNK; Bukti Cek Fisik Kendaraan |
Klaim 18 - Kepemilikan rumah dan rekening listrik
| Pernyataan | Itu bapak saya, Bu. Itu memang rumah kontrakan punya. Eh maksud saya rumah orang tua saya. Jadi saya cuma ninggal nempatin di rumah orang tua saja. Iya Bu bukan, tapi itu rumah keluarga. Saya tinggal di situ dari kecil sampai sekarang. Tempat usaha juga di bagian depan rumah itu. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon bahwa rumah adalah milik orang tua dan tempat usaha di bagian depan rumah bertentangan dengan bukti dokumen. Bukti menunjukkan tempat usaha disewa (9_Bukti_Hak_Pemakaian_Tempat_Usaha.txt |
| Dokumen Rujukan | Kartu Keluarga; Bukti Hak Pemakaian Tempat Usaha |
Klaim 19 - Tujuan dan jumlah pengajuan pinjaman
| Pernyataan | Saya butuhnya lebih ke nambah stok sparepart aja sih bukan renovasi. Terus kalau bisa saya minta tiga puluh juta aja Pak soalnya sparepart kan muter terus, butuh modal lumayan. |
|---|---|
| Status | Perlu cek |
| Hasil Verifikasi | Klaim jumlah pinjaman dan tujuan penggunaan dana konsisten dengan formulir pengajuan KUR. Namun, klaim 'sparepart' bertentangan dengan 'tambahan modal stok barang warung' di dokumen. |
| Dokumen Rujukan | Formulir Pengajuan KUR |
Klaim 20 - Jangka waktu pinjaman
| Pernyataan | Dua tahun aja sih Pak biar cicilannya juga nggak terlalu berat. |
|---|---|
| Status | Salah |
| Hasil Verifikasi | Klaim pemohon "Dua tahun aja sih Pak" bertentangan dengan Formulir Pengajuan KUR yang menyatakan jangka waktu pinjaman adalah 18 BULAN (1,5 tahun). |
| Dokumen Rujukan | Formulir Pengajuan KUR |
Status Verifikasi
| Dokumen | Status | Catatan |
|---|---|---|
| KTP | Perlu klarifikasi | Nama di KTP (Bayu Saputra) berbeda dengan nama nasabah di transkrip (Dedi Kurniawan). |
| Kartu Keluarga | Perlu klarifikasi | Nama Kepala Keluarga (Bayu Saputra) berbeda dengan nama nasabah di transkrip (Dedi Kurniawan). |
| NPWP | Perlu klarifikasi | Nama di NPWP (Bayu Saputra) berbeda dengan nama nasabah di transkrip (Dedi Kurniawan). |
| Surat Keterangan Usaha (SKU) | Perlu klarifikasi | Jenis usaha di SKU (Perdagangan sembako) berbeda dengan pernyataan di transkrip (bengkel). |
| BPKB | Perlu klarifikasi | BPKB atas nama Slamet Priadi, bukan Bayu Saputra. Pernyataan nasabah di transkrip juga inkonsisten (beli baru vs second). |
| STNK | Terverifikasi | STNK sudah atas nama Bayu Saputra, sesuai pernyataan nasabah di transkrip. |
| Bukti Hak Pemakaian Tempat Usaha | Terverifikasi | Dokumen ada, menunjukkan hak pakai oleh Bayu Saputra sejak 2021. |
| Rekening Listrik | Perlu klarifikasi | Rekening listrik atas nama Slamet Kurniawan (bapak nasabah), bukan atas nama pemohon. |
| Formulir Pengajuan | Perlu klarifikasi | Tujuan pinjaman (renovasi) dan plafon (Rp 25 juta) di formulir berbeda dengan pernyataan lisan nasabah (stok sparepart, Rp 30 juta). |
Kepatuhan Kebijakan
- Plafon pinjaman Rp 30 juta masih dalam batas KUR Mikro.
- Tenor 18 bulan sesuai ketentuan KUR.
- Jenis usaha perdagangan sembako memenuhi kriteria KUR.
- Agunan BPKB motor dapat diterima, namun status kepemilikan perlu balik nama.
6. Kesimpulan dan Tindak Lanjut
Tolak Kredit
Kekuatan
- Usaha warung sembako telah berjalan cukup lama (sejak 2020).
- Lokasi usaha dan domisili jelas sesuai dokumen.
- Tidak ada riwayat tunggakan pinjaman yang teridentifikasi dari data profil.
Kelemahan dan Perhatian
- Inkonsistensi identitas nasabah dan jenis usaha antara transkrip wawancara dan dokumen.
- Inkonsistensi kepemilikan BPKB agunan dan pernyataan pembelian motor.
- Perbedaan tujuan dan plafon pinjaman antara formulir dan pernyataan lisan.
- Kepemilikan tempat usaha dan rekening listrik bukan atas nama pemohon.
- Estimasi DSR 40.37% menunjukkan kemampuan bayar yang perlu perhatian.
Tindak Lanjut
| Tindakan | Penanggung Jawab | Alasan |
|---|---|---|
| Prioritas Tinggi | ||
| Verifikasi ulang identitas nasabah dan jenis usaha yang sebenarnya. | Analis | Terdapat perbedaan fundamental antara data profil/dokumen dan transkrip wawancara. |
| Lakukan wawancara ulang dengan Bayu Saputra (pemilik Warung Berkah Rejeki) untuk mendapatkan data finansial yang akurat. | Analis | Data cashflow dari transkrip tidak relevan, perlu data omzet dan pengeluaran riil warung sembako. |
| Minta nasabah untuk segera melakukan balik nama BPKB agunan. | Analis | BPKB masih atas nama pihak ketiga, ini menjadi syarat utama jaminan. |
| Prioritas Sedang | ||
| Verifikasi hak pemakaian tempat usaha dan status rekening listrik. | Verifikator Lapangan | Tempat usaha dan rekening listrik bukan atas nama pemohon, perlu memastikan legalitas dan stabilitas. |
| Klarifikasi tujuan dan plafon pinjaman yang sebenarnya dengan nasabah. | Analis | Terdapat perbedaan antara formulir dan pernyataan lisan, perlu kesesuaian data. |
Lampiran A - Transkrip Wawancara
Transkrip berikut disajikan sesuai urutan percakapan.
Bagian 1 - Pembukaan Wawancara dan Konfirmasi Identitas Pemohon
Wawancara kredit dimulai dengan perkenalan analis dan kepala unit kepada Bapak Dedi Kurniawan. Analis mengonfirmasi tujuan wawancara terkait pengajuan kredit dengan jaminan BPKB motor. Bapak Dedi kemudian memberikan informasi identitas diri, alamat, status pernikahan, dan jumlah anak sesuai permintaan analis.
Analis 1
Selamat pagi Pak Dedi, silakan duduk. Maaf ya agak ramai paginya, lagi banyak nasabah nih antri di depan.
Pemohon 1
Oh pagi Pak. Iya enggak apa-apa, enggak apa-apa, santai aja ya saya.
Analis 1
Oke sebelum itu perkenalkan saya Farhan, analis kredit di sini. Ini rekan saya Bu Rana, kepala unit cabang ini.
Analis 2
Selamat pagi Pak Dedi, hari ini kami berdua yang wawancara sekalian ya, biar prosesnya lebih cepat dan lebih lengkap juga. Tidak masalah ya Pak Dedi ya?
Pemohon 1
Oh boleh Bu, boleh Bu, enggak apa-apa sama sekali.
Analis 1
Oke baik. Jadi ini terkait pengajuan kau dengan jaminan BPKB motor yang Bapak ajukan minggu lalu. Kita mau konfirmasi nih beberapa hal, kira-kira lima belas menitan ya Pak, enggak masalah kan?
Pemohon 1
Oh ya Pak, saya udah bawa semua berkasnya kok, lengkap.
Analis 2
Bagus, sebelum mulai boleh sebutkan dulu nama lengkap sesuai KTP dan tang-- tanggal lahirnya pak?
Pemohon 1
Dedi Kurniawan, lahir di Malang 15 Mei 1985.
Analis 1
Alamat sesuai KTP di mana ya Pak?
Pemohon 1
Kalau sesuai KTP, Jalan Sulfat Agung nomor 23 Kelurahan Purwodadi Kecamatan Blimbing.
Analis 1
Itu domisili sekarang juga di situ atau udah pindah ya?
Pemohon 1
Oh masih sama sih Pak, dari dulu di situ terus, dari kecil malah.
Analis 2
Status pernikahan Bapak bagaimana, apakah sudah menikah?
Pemohon 1
Sudah Bu, istri saya namanya Siti Rahayu.
Analis 2
Oke, kenapa istrinya hari ini tidak ikut ya Pak?
Pemohon 1
Oh dia jaga anak di rumah sih. Kebetulan yang kecil lagi kurang enak badan, jadi saya sendiri aja yang ke sini. Tapi surat-suratnya lengkap kok, KTP sama surat nikah sudah saya lampirkan dan saya bawa semua.
Analis 2
Oh gitu Pak, baik tidak masalah. Nanti kami cocokkan langsung di dokumen ya Pak. Anaknya ada berapa ya Pak?
Pemohon 1
Untuk saat ini ada dua Bu, yang besar kelas lima SD, yang kecil masih tiga tahunan lah.
Analis 2
Boleh Pak Farhan.
Analis 2
Eh Pak Farhan.
Bagian 2 - Informasi Pekerjaan dan Riwayat Pinjaman Pemohon
Bapak Dedi menjelaskan pekerjaannya sebagai wirausaha dengan memiliki bengkel sendiri bernama Bengkel Jaya Motor yang berlokasi dekat rumahnya. Ia juga mengonfirmasi bahwa usahanya telah berjalan selama delapan tahun dan memiliki dua karyawan. Selain itu, Bapak Dedi menyatakan pernah memiliki riwayat kredit motor yang sudah lunas dua tahun lalu dan saat ini tidak memiliki tunggakan atau cicilan lain.
Analis 2
Oke nanti kami cek juga ya kesesuaiannya di kartu keluarga ya. Lanjut pekerjaan Bapak sekarang ada apa?
Pemohon 1
Kalau saya sekarang wirausaha ya Pak disebutnya ya, saya punya bengkel sendiri gitu.
Analis 2
Oh, bagaimana Pak Farhan?
Analis 2
Oke sebelumnya pernah punya pinjaman di lembaga lain Pak, baik yang sudah lunas atau yang masih berjalan?
Pemohon 1
Pernah sih, dulu saya pernah ambil kredit motor, tapi udah lunas dari dua tahun yang lalu. Selain itu belum pernah lagi, jadi saat ini saya belum ada tunggakan atau cicilan lain.
Analis 2
Baik Pak Farhan.
Analis 1
[notifikasi pesan masuk]
Analis 1
Oh sorry,
Analis 1
sorry. Sampai mana ya tadi?
Analis 2
Tadi di pasutri Pak, Pak Farhan.
Analis 1
Eh nanti gimana?
Analis 2
Bisa dari statement tiga langsung.
Analis 1
Nah sekarang kita masuk ke usahanya ya Pak. Nama usahanya apa?
Pemohon 1
Nama usaha saya, bengkel saya Bengkel Jaya Motor Pak. Lokasinya dekat rumah masih di daerah Purwodadi juga.
Analis 1
Fokus usahanya itu di apa aja ya Pak? Service aja kah atau jual sparepart juga?
Pemohon 1
Eh dua-duanya sih Pak. Service motor harian pasti sama jual sparepart juga, kadang ada yang beli oli dan macam-macam lah, tergantung pelanggan aja.
Analis 1
Usaha ini udah jalan berapa lama Pak, dari kapan memulainya?
Pemohon 1
Wah bengkel saya ini udah lama Pak, ini udah jalan delapan tahun kayaknya ada deh, dari sebelum pandemi malah saya sudah mulai. Awalnya kecil-kecilan aja di garasi rumah, terus lama-lama berkembang sampai sekarang ada tempat bengkel sendiri.
Analis 1
Oh delapan tahun ya. Karyawannya ada berapa ya sekarang Pak?
Pemohon 1
Ada dua Pak, bantu-bantu service, satu lagi kadang jaga toko sparepartnya.
Analis 2
Oke kalau surat keterangan usaha dari kelurahan itu diurus kapan Pak?
Pemohon 1
Hmm itu saya urus waktu kapan ya? Bentar, bentar, bentar ya Bu saya ingat-ingat lagi. Kayaknya tahun-tahun kemarin deh Bu, lupa saya prosesnya, soalnya yang ngurus istri waktu itu.
Analis 2
Baik nanti kami cek langsung di dokumennya saja ya.
Bagian 3 - Pendapatan Usaha dan Pengeluaran Rumah Tangga
Bapak Dedi menjelaskan bahwa omzet bersih bengkelnya sekitar delapan juta rupiah per bulan, yang relatif stabil kecuali saat musim ramai. Namun, setelah diklarifikasi ulang, rata-rata penghasilan per bulan selama setahun terakhir adalah sekitar lima juta rupiah. Pengeluaran rumah tangga per bulan diperkirakan sekitar tiga juta rupiah untuk kebutuhan makan, sekolah anak, dan cicilan kecil.
Analis 1
Kalau soal persaingan di sekitarnya itu gimana ya Pak? Banyak bengkel lain juga kah?
Pemohon 1
Ada sih Pak beberapa, tapi alhamdulillah pelanggan saya lumayan banyak yang langganan, jadi masih ramai terus.
Analis 1
Oh sekarang nih kita ke omzet ya Pak, kira-kira tuh pendapatan bersih Bapak per bulan dari bengkel ini eh berapa ya?
Pemohon 1
Hmm kalau bersih ya Pak, kalau bersih bisa sekitar delapan jutaan lah per bulan. Itu udah dipotong buat duit sparepart, gaji karyawan, macam-macam.
Analis 1
Oke,
Analis 1
delapan juta bersih ya. Itu stabil tiap bulan atau naik turun ya, Pak?
Pemohon 1
Ya lumayan stabil sih Pak bisa dibilang, paling nanti pas musim mudik atau musim liburan itu bisa ramai banget sebenarnya.
Analis 1
Oke, ee sekarang nih kalau pengeluaran rumah tangga tuh per bulan kira-kira berapa ya?
Pemohon 1
Pengeluaran rumah tangga sekitar tiga jutaan ya Pak buat makan, sekolah anak sama cicilan-cicilan kecil-kecil lainnya juga.
Analis 2
Pak Dedi, saya mau tanya ulang ya soal penghasilan biar kami punya gambaran yang pas buat analisa juga. Kalau dirata-rata nih setahun ke belakang penghasilan Bapak per bulan itu kira-kira berapa ya?
Pemohon 1
Hmm bentar ya Bu. Kalau rata-rata jujur agak naik turun sih, kadang ramai, kadang sepi banget. Mungkin tapi
Pemohon 1
bisa dibilang rata-rata sebulannya masih di angka lima jutaan lah, Pak.
Analis 2
Oh lima juta ya Pak. Baik saya catat.
Analis 1
Ada tabungan atau simpanan lain nggak Pak di selain usaha ini?
Pemohon 1
Untuk sekarang ada sih Pak, ada sedikit buat jaga-jaga aja, nggak banyak juga.
Bagian 4 - Klarifikasi Jaminan BPKB Motor dan Kepemilikan Rumah
Bapak Dedi mengajukan motor Honda Vario tahun 2019 sebagai jaminan, namun BPKB motor tersebut masih atas nama Slamet Priadi. Ia mengklarifikasi bahwa motor tersebut dibeli secara bekas pada tahun 2021, bukan baru dari dealer seperti yang disebutkan sebelumnya, meskipun STNK sudah atas namanya. Analis juga menanyakan rekening listrik yang dilampirkan atas nama Slamet Kurniawan, yang dijelaskan sebagai nama ayah Bapak Dedi karena ia menempati rumah orang tuanya.
Analis 1
Sekarang soal jaminan nih Pak, motor yang mau dijadikan jaminan motor yang mana ya?
Pemohon 1
Motor Honda Vario saya Pak yang hitam itu.
Analis 1
Oh tahun berapa ya?
Pemohon 1
Tahun 2019 motornya, Pak.
Analis 1
Kalau belinya bagaimana Pak? Baru kah atau dari dealer atau second gitu?
Pemohon 1
Waktu itu beli baru Pak dari dealer langsung. Saya punya,
Pemohon 1
saya sendiri tuh saya punya itu dari awal lah ada dokumen-dokumennya.
Analis 1
Oke Pak, tapi saya lihat foto copy BPKB ini tertulis atas nama Slamet Priadi bukan atas nama Bapak, itu gimana ya?
Pemohon 1
Oh itu ya,
Pemohon 1
itu memang belum saya balik nama sih Pak soalnya prosesnya ribet. Itu sebenarnya motor second sih Pak. Saya beli dari orang tahun 2021 waktu itu, tapi STNK sudah saya update lah atas nama saya sendiri.
Analis 2
Ee berarti bukan beli baru dari dealer ya Pak seperti yang tadi disebutkan?
Pemohon 1
Ee iya sih Bu maaf ya. Jadi maksud saya itu beli second tapi kondisinya masih kayak baru. Jadi tadi saya bilang baru. Habis kepakainya terus soal buat operasional di bengkel juga jadi kayak ngerasa udah lama punya gitu.
Analis 1
Oke Pak kami catat ya. Nanti BPKB-nya ee perlu diurus dulu namanya baru ee sebelum proses lanjut ke tahap berikutnya. Nomor rangka sama mesinnya nanti kita cocokkan lagi ya Pak dengan hasil cek fisik.
Pemohon 1
Siap, siap saya usahakan Pak secepatnya.
Analis 2
Satu lagi nih Pak, ee ini rekening listrik yang dilampirkan atas nama Slamet Kurniawan itu siapa ya?
Pemohon 1
Itu bapak saya, Bu. Itu memang rumah kontrakan punya. Eh maksud saya rumah orang tua saya. Jadi saya cuma ninggal nempatin di rumah orang tua saja.
Analis 2
Oh baik, jadi rumah dan listriknya emang bukan atas nama Bapak sendiri ya?
Pemohon 1
Iya Bu bukan, tapi itu rumah keluarga. Saya tinggal di situ dari kecil sampai sekarang. Tempat usaha juga di bagian depan rumah itu.
Bagian 5 - Klarifikasi Tujuan dan Jumlah Pengajuan Kredit
Analis mengonfirmasi pengajuan kredit sebesar dua puluh lima juta rupiah untuk renovasi tempat usaha seperti yang tertulis di formulir. Bapak Dedi mengklarifikasi bahwa tujuan sebenarnya adalah untuk menambah stok sparepart dan ia mengajukan tiga puluh juta rupiah, bukan dua puluh lima juta. Ia mengakui kesalahan pengisian formulir karena terburu-buru, dan analis menyatakan akan membantu menyesuaikan data tersebut.
Analis 1
Baik Pak. Terakhir soal pengajuannya ya, di formulir ini tertulis pengajuan dua puluh lima juta untuk renovasi tempat usaha.
Analis 1
Bena-benar begitu kan, Pak?
Pemohon 1
Hmm gimana ya, benar ya Pak. Saya butuhnya lebih ke nambah stok sparepart aja sih bukan renovasi. Terus kalau bisa saya minta tiga puluh juta aja Pak soalnya sparepart kan muter terus, butuh modal lumayan.
Analis 1
Oh oke, jadi berbeda dengan yang tertulis di formulir ini. Nanti kami catat dan perlu diklarifikasi lagi nih soal tujuan penggunaan
Analis 1
dana dan jumlahnya. Karena formulirnya tertulis untuk renovasi dua puluh lima juta.
Pemohon 1
Wah gila maaf Pak, kemarin buru-buru sih isi formulirnya jadi agak asal isi.
Analis 2
Nggak masalah Pak ini justru bagus diklarifikasi dari awal supaya datanya pas. Nanti kami bantu sesuaikan lagi.
Bagian 6 - Jangka Waktu Pinjaman dan Penutupan Wawancara
Bapak Dedi menginginkan jangka waktu pinjaman selama dua tahun agar cicilan tidak terlalu berat. Wawancara kemudian diakhiri oleh analis, yang menjelaskan bahwa akan ada verifikasi lapangan dan proses balik nama BPKB perlu diselesaikan sebelum tahap selanjutnya. Proses verifikasi diperkirakan memakan waktu lima hingga tujuh hari kerja, dan pihak bank akan menghubungi Bapak Dedi kembali.
Analis 1
Jangka waktu pinjamannya, pinjamannya itu Bapak maunya berapa lama ya?
Pemohon 1
Dua tahun aja sih Pak biar cicilannya juga nggak terlalu berat.
Analis 1
Baik Pak saya rasa cukup untuk wawancaranya. Nanti kami lakukan verifikasi lapangan ke lokasi usaha dan proses balik nama BPKB perlu diselesaikan dulu ya Pak.
Pemohon 1
Siap Pak. Kira-kira berapa lama prosesnya?
Analis 2
Biasanya sekitar lima sampai tujuh hari kerja ya Pak. Nanti kami coba hubungi lagi lewat nomor yang terdaftar.
Pemohon 1
Wah baik Bu, baik Pak. Terima kasih banyak ya informasinya.
Analis 1
Sama-sama Pak. Terima kasih juga udah datang sama menjelaskan semuanya dengan jelas.
Pemohon 1
Sama-sama Pak Farhan, Bu Ratna. Terima
Pemohon 1
kasih.