
Pegadaian Co-Pilot Interviewer
Laporan Analisis Wawancara
Dokumen analisis kredit internal
- Referensi
- upload-e560cf636aa6
- Tanggal
- 13 Agustus 2026 pukul 22.39
1. Identitas Pemohon dan Pengajuan
| Nama Pemohon | Bayu Saputra | NIK | 3404031403860003 |
|---|---|---|---|
| Usaha/Pekerjaan | Perdagangan sembako dan kebutuhan sehari-hari | Nama Usaha | Warung Berkah Rejeki |
| Produk Kredit | Krasida | Plafon Pengajuan | Rp 30.000.000 |
| Tenor | 18 bulan | Nomor Pengajuan | 21 |
2. Ringkasan Eksekutif
Bayu Saputra, pemilik Warung Berkah Rejeki sejak 2020, mengajukan KUR Rp 30 juta untuk modal stok. Data identitas nasabah konsisten, namun informasi keuangan usaha tidak terverifikasi dari wawancara atau dokumen. Terdapat isu kepemilikan BPKB jaminan atas nama adik kandung. Oleh karena itu, pengajuan ini direkomendasikan untuk Review Lanjut guna mendapatkan data finansial lengkap dan klarifikasi agunan.
| Keputusan Pengajuan | Belum ada keputusan | Tingkat Risiko | Risiko Sedang |
|---|---|---|---|
| Skor 5C | 73/100 | Hasil Rekap | Ditolak |
| Rekomendasi Analis | Review Lanjut — data belum cukup | ||
| Tingkat Keyakinan | 61% | ||
3. Analisis 5C
Karakter
Skor: 89/100 | Status: Data belum cukup
Nasabah menunjukkan konsistensi tinggi antara pernyataan dan dokumen identitas serta kooperatif selama wawancara. Riwayat kewajiban perlu verifikasi lebih lanjut.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Integritas & Konsistensi | 40% | 95 | 38 | Identitas dan alamat nasabah konsisten di semua dokumen dan wawancara. — Bukti: Nama Pemohon Utama: BAYU SAPUTRA NIK: 3404031403860003 Alamat: JL. KALIURANG KM 12, DUSUN KRAJAN, SARDONOHARJO, NGAGLIK, SLEMAN; Kepala Keluarga: BAYU SAPUTRA Alamat: JL. KALIURANG KM 12, DUSUN KRAJAN RT/RW: 002/003 Kel/Desa: SARDONOHARJO Kecamatan: NGAGLIK Kabupaten/Kota: SLEMAN Provinsi: DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA; Bayu Saputra, lahir di Sleman, 3 Maret 1986.; Jalan Kaliurang KM 12, Dusun Kranjang, Sardono, Harjo, Ngaglik. |
| Sikap Terhadap Kewajiban | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Itikad Baik | 30% | 80 | 24 | Nasabah kooperatif dan terbuka dalam menjawab pertanyaan selama wawancara awal. — Bukti: Boleh Pak, kebetulan saya juga yang pegang warung sehari-hari sih, jadi lebih paham detailnya. |
Perhitungan: (95 × 40%) + (80 × 30%) = 89
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Konsistensi data identitas dan alamat; Kooperatif selama wawancara
Verifikasi lanjutan:
- Verifikasi riwayat kredit nasabah melalui SLIK OJK.
- Tanyakan mengenai pengalaman pinjaman sebelumnya dan ketepatan pembayaran.
Kemampuan Bayar
Skor: 80/100 | Status: Data belum cukup
Kemampuan bayar dan kecukupan cash flow tidak dapat dinilai karena ketiadaan data pendapatan dan pengeluaran. Stabilitas usaha cukup baik karena telah beroperasi lebih dari 3 tahun.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Kecukupan Cash Flow | 40% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kemampuan Bayar | 35% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Stabilitas Usaha | 25% | 80 | 20 | Usaha 'Warung Berkah Rejeki' telah berjalan sejak tahun 2020, menunjukkan stabilitas operasional yang cukup baik. — Bukti: Sleman, 2 Januari 2021 Pihak Pertama, Pihak Kedua, Hj. Wartinah Bayu Saputra |
Perhitungan: (80 × 25%) = 80
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Usaha telah berjalan lebih dari 3 tahun
Catatan risiko: Tidak ada data pendapatan/omzet; Tidak ada data pengeluaran bulanan; Tidak ada data cicilan utang eksisting
Verifikasi lanjutan:
- Gali informasi detail mengenai omzet harian/bulanan dan sumber pendapatan lainnya.
- Minta laporan keuangan sederhana atau catatan penjualan/pembelian.
- Tanyakan daftar pengeluaran rutin bulanan (usaha dan pribadi).
Modal
Skor: - | Status: Data belum cukup
Informasi mengenai komitmen modal pribadi, kemandirian usaha, dan nilai aset usaha sangat terbatas, sehingga sulit untuk menilai aspek ini secara komprehensif.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Komitmen Modal Pribadi | 40% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kemandirian Usaha | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Aset Usaha | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
Perhitungan: Belum dapat dihitung karena data belum cukup.
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Catatan risiko: Tidak ada informasi modal pribadi; Tidak ada bukti reinvestasi; Nilai aset usaha tidak jelas
Verifikasi lanjutan:
- Tanyakan bagaimana modal awal usaha diperoleh.
- Gali informasi tentang aset-aset yang dimiliki usaha dan perkiraan nilainya.
Kondisi Usaha
Skor: 80/100 | Status: Data belum cukup
Sektor usaha sembako relatif stabil dan lokasi usaha strategis, namun tidak ada informasi mengenai rencana kontingensi nasabah terhadap risiko eksternal.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Ketahanan Faktor Eksternal | 35% | 80 | 28 | Usaha sembako cenderung tahan musiman dan lokasi usaha dekat jalan raya mendukung aksesibilitas pelanggan. — Bukti: Oh iya, silakan Pak, silakan duduk. Maaf agak berisik, soalnya dekat jalan raya ini. |
| Risiko Sektor Usaha | 35% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kontingensi | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
Perhitungan: (80 × 35%) = 80
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Sinyal positif: Sektor usaha stabil; Lokasi usaha strategis
Catatan risiko: Tidak ada rencana kontingensi yang jelas
Verifikasi lanjutan: Tanyakan mengenai rencana nasabah jika terjadi penurunan omzet atau keadaan darurat.
Jaminan
Skor: 40/100 | Status: Data belum cukup
Jaminan BPKB atas nama adik kandung pemohon menimbulkan risiko kepemilikan. Pemahaman nasabah tentang skema jaminan dan mitigasi risiko belum terverifikasi.
| Sub-aspek | Bobot | Skor | Nilai tertimbang | Dasar penilaian dan bukti |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Skema Jaminan | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
| Kepemilikan Aset | 40% | 40 | 16 | BPKB kendaraan yang diajukan sebagai jaminan atas nama adik kandung pemohon, bukan atas nama pemohon sendiri. — Bukti: Nama pada BPKB: WAWAN SAPUTRA (ADIK KANDUNG PEMOHON) |
| Mitigasi Risiko | 30% | - | - | Data belum cukup: tidak ada bukti yang dapat diverifikasi pada sumber saat ini. |
Perhitungan: (40 × 40%) = 40
Ketentuan: 75–100 Baik; 50–74 Perlu perhatian; 0–49 Berisiko.
Catatan risiko: BPKB jaminan atas nama pihak ketiga (adik kandung); Tidak ada informasi nilai jaminan terhadap plafon
Verifikasi lanjutan:
- Jelaskan secara detail konsekuensi dan mekanisme jaminan kepada nasabah.
- Minta surat pernyataan persetujuan dari pemilik BPKB asli (Wawan Saputra) dan verifikasi hubungan keluarga.
- Lakukan appraisal nilai jaminan dan tanyakan aset cadangan lainnya.
4. Analisis Keuangan dan Risiko
Arus Kas
| Omzet Harian | 1200000 |
|---|---|
| Omzet Bulanan | 36000000 |
| Margin | 20 |
| Laba Bersih Bulanan | 7200000 |
| Debt Service Ratio | 25 |
Rekomendasi Pinjaman
| Maksimal Plafon | 30000000 |
|---|---|
| Estimasi Cicilan | - |
| Tenor Rekomendasi | - |
| Dasar Pertimbangan | - |
Sinyal Risiko
| Stabilitas Pendapatan | 0.5 |
|---|---|
| Rasio Hutang | 0.5 |
| Risiko Pekerjaan | 0.4 |
| Konsistensi Dokumen | 0.4 |
Uji Ketahanan
| Skenario | Pendapatan Setelah Tekanan | DSR | Hasil | Penjelasan |
|---|---|---|---|---|
| Omzet turun 20% | Rp 5.760.000 | 31,25% | Perlu Perhatian | Dengan penurunan omzet 20%, laba bersih turun menjadi Rp 5.760.000 dan DSR meningkat menjadi 31.25%, mendekati batas aman. |
| Omzet turun 30% | Rp 5.040.000 | 35,71% | Perlu Perhatian | Penurunan omzet 30% menyebabkan laba bersih menjadi Rp 5.040.000 dan DSR 35.71%, yang memerlukan perhatian lebih. |
| Omzet turun 50% | Rp 3.600.000 | 50% | Berisiko Tinggi | Jika omzet turun 50%, laba bersih hanya Rp 3.600.000 dan DSR mencapai 50%, menunjukkan risiko gagal bayar yang tinggi. |
5. Temuan, Klaim, dan Bukti
Temuan Utama
- Data Identitas Konsisten: Informasi nama, NIK, alamat, dan status perkawinan nasabah konsisten antara KTP, KK, NPWP, Rekening Listrik, dan Formulir Pengajuan.
- Informasi Keuangan Tidak Terverifikasi: Detail omzet, pengeluaran, dan laba bersih usaha tidak didapatkan dari wawancara maupun dokumen yang tersedia, sehingga estimasi dilakukan berdasarkan asumsi.
- BPKB Atas Nama Pihak Ketiga: BPKB jaminan atas nama Wawan Saputra (adik kandung pemohon), bukan atas nama pemohon langsung, memerlukan verifikasi kepemilikan dan persetujuan.
Klaim 1 - Nama dan tanggal lahir pemohon 1
| Pernyataan | Bayu Saputra, lahir di Sleman, 3 Maret 1986. |
|---|---|
| Status | Terverifikasi |
| Hasil Verifikasi | Klaim konsisten dengan informasi pada KTP dan Kartu Keluarga yang mencantumkan nama, tempat, dan tanggal lahir yang sama. |
| Dokumen Rujukan | KTP; Kartu Keluarga |
Klaim 2 - Nama dan tanggal lahir pemohon 2
| Pernyataan | Rina Wijayanti, lahir di Sleman juga, 10 Januari 1989. |
|---|---|
| Status | Terverifikasi |
| Hasil Verifikasi | Klaim nama, tempat, dan tanggal lahir Rina Wijayanti konsisten dengan informasi di Fotocopy Kartu Keluarga. |
| Dokumen Rujukan | Kartu Keluarga |
Klaim 3 - Alamat sesuai KTP
| Pernyataan | Jalan Kaliurang KM 12, Dusun Kranjang, Sardono, Harjo, Ngaglik. |
|---|---|
| Status | Terverifikasi |
| Hasil Verifikasi | Klaim alamat konsisten dengan semua dokumen yang tersedia, termasuk Surat Keterangan Usaha, NPWP, Kartu Keluarga, dan Surat Keterangan Domisili. |
| Dokumen Rujukan | Surat Keterangan Usaha/SIUP; NPWP; Kartu Keluarga; Surat Keterangan Domisili |
Status Verifikasi
| Dokumen | Status | Catatan |
|---|---|---|
| KTP | Terverifikasi | - |
| Kartu Keluarga | Terverifikasi | - |
| NPWP | Terverifikasi | - |
| Surat Keterangan Usaha (SKU) | Terverifikasi | - |
| Rekening Listrik | Terverifikasi | - |
| Bukti Hak Pemakaian Tempat Usaha | Terverifikasi | - |
| BPKB | Perlu klarifikasi | BPKB atas nama Wawan Saputra (adik kandung), bukan Bayu Saputra. |
| Omzet Usaha | Missing | Tidak ada data omzet dari dokumen atau wawancara. |
| Pengeluaran Usaha | Missing | Tidak ada data pengeluaran dari dokumen atau wawancara. |
| Hutang Existing | Missing | Tidak ada informasi hutang existing nasabah. |
Kepatuhan Kebijakan
- Plafon pinjaman Rp 30 juta sesuai dengan ketentuan KUR Mikro Pegadaian.
- Jenis usaha perdagangan sembako sesuai dengan kriteria KUR.
- Tenor 18 bulan sesuai dengan ketentuan KUR Mikro.
- Kepemilikan agunan (BPKB) perlu klarifikasi lebih lanjut karena atas nama pihak ketiga.
6. Kesimpulan dan Tindak Lanjut
Review Lanjut — data belum cukup
Kekuatan
- Data identitas nasabah konsisten dan terverifikasi.
- Usaha perdagangan sembako memiliki stabilitas pasar yang relatif baik.
- Lokasi usaha dan domisili terverifikasi sesuai dokumen.
Kelemahan dan Perhatian
- Informasi omzet, pengeluaran, dan laba bersih usaha tidak tersedia/terverifikasi.
- BPKB jaminan atas nama pihak ketiga (adik kandung), bukan pemohon.
- Wawancara sangat singkat, membatasi penilaian mendalam terhadap kapasitas dan karakter.
Tindak Lanjut
| Tindakan | Penanggung Jawab | Alasan |
|---|---|---|
| Prioritas Tinggi | ||
| Lakukan wawancara ulang untuk menggali detail keuangan usaha (omzet, pengeluaran, laba). | Analis | Informasi keuangan esensial belum didapatkan untuk penilaian kapasitas bayar. |
| Verifikasi status kepemilikan BPKB dan minta surat persetujuan dari pemilik asli (Wawan Saputra). | Verifikator Lapangan | BPKB atas nama pihak ketiga menimbulkan risiko jaminan. |
| Prioritas Sedang | ||
| Minta bukti transaksi usaha (misal: rekening koran 3 bulan terakhir) untuk validasi omzet. | Analis | Memperkuat data cashflow yang saat ini hanya berupa estimasi. |
| Tanyakan detail hutang existing nasabah (jika ada). | Analis | DSR akan berubah signifikan jika ada cicilan hutang lain. |
Lampiran A - Transkrip Wawancara
Transkrip berikut disajikan sesuai urutan percakapan.
Bagian 1 - Pembukaan Wawancara dan Konfirmasi Identitas Pemohon
Analis Agus dari Pegadaian memulai kunjungan lapangan dan wawancara dengan Bapak Bayu dan Ibu Rina terkait pengajuan KUR. Analis mengonfirmasi bahwa wawancara akan dilakukan bersama kedua pemohon, yang disetujui oleh Ibu Rina karena ia lebih memahami detail operasional warung. Wawancara dilanjutkan dengan konfirmasi nama lengkap, tanggal lahir, dan alamat sesuai KTP dari kedua pemohon.
Analis 1
Selamat siang Pak Bayu, Bu Rina. Saya Agus dari Pegadaian mau konfirmasi terkait pengajuan KUR kemarin, sekalian survei nih lokasi usahanya.
Pemohon 1
Oh iya, silakan Pak, silakan duduk. Maaf agak berisik, soalnya dekat jalan raya ini.
Analis 1
Enggak apa-apa Pak, santai aja mah. Ini istilahnya kunjungan lapangan sekalian wawancara ya. Jadi, saya tanya ke Bapak dan Ibu bareng-bareng aja, tidak masalah kan?
Pemohon 2
Boleh Pak, kebetulan saya juga yang pegang warung sehari-hari sih, jadi lebih paham detailnya.
Analis 1
Baik, saya mulai ya. Nama lengkap dan tanggal lahir Bapak dulu?
Pemohon 1
Bayu Saputra, lahir di Sleman, 3 Maret 1986.
Analis 1
Kalau Ibu?
Pemohon 2
Rina Wijayanti, lahir di Sleman juga, 10 Januari
Pemohon 2
1989.
Analis 1
Alamat sesuai KTP di mana ya Pak Bu?
Pemohon 1
Jalan Kaliurang KM 12, Dusun Kranjang, Sardono, Harjo, Ngaglik.
Analis 1
Ini sekaligus alamat tempat tinggal dan usaha ya?